Maskapai Asing Lirik Samarinda, DPRD Kaltim: Mobilitas Warga ke Malaysia–Brunei Sangat Besar

SAMARINDA – Rencana pembukaan rute penerbangan internasional dari Bandara APT Pranoto Samarinda menuju Kuala Lumpur disambut positif oleh Anggota Komisi II DPRD Kaltim, M. Husni Fahruddin. Ia menilai minat maskapai luar negeri untuk masuk ke Samarinda menunjukkan besarnya mobilitas warga Kalimantan Timur ke negara tetangga.

Husni menegaskan ketertarikan maskapai asing bukan keputusan mendadak. Menurutnya, mereka melihat potensi penumpang yang kuat, terutama warga Kaltim yang rutin bepergian ke Malaysia dan Brunei.

“Saya lihat ekspansinya seperti Brunei Airways itu sudah banyak. Kalau mereka buka di situ, berarti mereka tertarik dengan potensi masyarakat Kaltim yang memang sering ke luar negeri,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa pola perjalanan masyarakat Kaltim—mulai dari kebutuhan berobat, pendidikan, hingga aktivitas bisnis—menjadi alasan maskapai internasional memetakan pasar di Samarinda.

“Banyak orang Kaltim berobat di Kuala Lumpur, di Brunei, sekolah di sana. Itu yang membuat mereka tertarik memberikan penerbangan murah ke sana,” jelasnya.

Masuknya maskapai asing dinilai membawa dampak positif. Selain menambah pilihan rute, hal ini sekaligus menjadi alarm bagi sektor layanan lokal, terutama rumah sakit, untuk meningkatkan kualitas agar masyarakat tidak perlu pergi ke luar negeri.

Baca Juga:  ESDM Kaltim Awasi Ketat Tambang Berau, PT Bara Kelay Mandiri Perkuat Lereng dan Target Tutup Void 2026

“Kalau banyak orang Kaltim ke sana untuk berobat, harusnya rumah sakit di Kaltim ditingkatkan kualitasnya. Saya pikir sehat saja kompetisinya,” katanya.

Terkait kesiapan Bandara APT Pranoto, Husni menyebut keputusan maskapai internasional membuka rute baru menjadi indikator bahwa fasilitas bandara sudah dianggap memenuhi standar.

“Kalau mereka sudah masuk, berarti mereka sudah melihat bahwa fasilitas yang ada di APT Pranoto sudah oke,” terangnya.

Ia menegaskan momentum ini perlu dimanfaatkan pemerintah daerah untuk mengevaluasi kebutuhan masyarakat, sehingga mobilitas ke luar negeri dapat ditekan melalui peningkatan layanan di Kaltim.

“Kalau itu bisa kita benahi di Kaltim sehingga mereka tidak ke luar daerah, kan lebih bagus,” tutup Husni. (rb)

Editor: Agus S

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.