PASER – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser mulai mengevaluasi roadmap Ekonomi Kreatif (Ekraf) seiring perubahan orientasi pembangunan daerah yang kini diarahkan menjadi destinasi wisata olahraga atau sport tourism. Langkah ini ditempuh agar seluruh kebijakan daerah, termasuk Peraturan Bupati (Perbup) Paser Nomor 29 Tahun 2024 tentang Roadmap Pengembangan Ekonomi Kreatif 2024–2028, selaras dengan fokus pengembangan pariwisata di masa mendatang.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Paser, Romif Erwinadi, menyampaikan bahwa evaluasi penting dilakukan agar seluruh subsektor pendukung, mulai dari UMKM hingga ekosistem kreatif, dapat diarahkan untuk menunjang konsep sport tourism sebagai identitas baru Paser.
“Paser ini akan menjadi daerah sport tourism, maka sebab itu segala sesuatu harus dialihkan untuk mendukung tujuan tersebut. Baik ekraf, UMKM, dan lain sebagainya,” ujarnya, Senin (8/12/2025).
Romif menekankan perlunya penyusunan konsep yang lebih jelas agar penggunaan anggaran tiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tidak terpecah ke berbagai kegiatan, melainkan terfokus pada satu tujuan besar. Tanpa arah yang terintegrasi, kata dia, alokasi anggaran akan terlihat kecil dan tidak menghasilkan dampak optimal.
“Agar memiliki arah yang jelas, kita melibatkan expert dari UNMUL (Universitas Mulawarman) yang kita harapkan dapat membantu mengawal proses ekraf berjalan sesuai treknya menuju sport tourism,” jelasnya.
Selain penyesuaian konsep pembangunan, Pemkab Paser juga berencana memperbaiki struktur kepengurusan ekraf daerah. SK kepengurusan saat ini sudah kedaluwarsa, dan sejumlah nama dalam struktur juga dinilai tidak lagi aktif menjalankan tugas.
“Dengan dibantu akademisi kami berharap bisa mengembalikan arah dari tugas komite ekraf. Ini lebih kepada menghidupkan kembali, karena kita ini banyak potensi sebenarnya,” katanya.
Romif menyebut potensi Paser sebagai daerah sport tourism sangat realistis. Berdasarkan evaluasi beberapa event olahraga yang digelar belakangan ini, lonjakan kunjungan wisatawan dan peserta dari luar daerah dirasakan secara langsung. Dampaknya terlihat pada meningkatnya aktivitas sektor kuliner, perhotelan, hingga UMKM.
“Dampaknya sudah bisa dirasakan, dengan adanya beberapa kejuaraan belakangan ini ternyata membawa dampak signifikan. Baik kuliner, hotel, dan lain sebagainya dipenuhi pengunjung,” ungkapnya.
Pemkab Paser berharap evaluasi roadmap Ekraf ini menjadi fondasi awal untuk menyelaraskan seluruh potensi ekonomi kreatif dengan arah besar pembangunan sport tourism yang dinilai mampu menjadi penggerak ekonomi daerah. (nash)
Editor: Agus S




