BONTANG – Pemerintah Kota Bontang secara resmi menerima Keputusan Akhir Hasil Audit Standardisasi Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA) Taman Tanjung Laut dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) RI. Penyerahan hasil audit dan penandatanganan berita acara berlangsung di Ruang Rapat Kantor Satpol PP, Jumat (12/12/2025).
Dalam sambutannya, Wawali Agus Haris menegaskan bahwa pemenuhan standar RBRA bukan sekadar mengejar sertifikasi, melainkan investasi jangka panjang bagi masa depan generasi Bontang.
“Anak-anak adalah prioritas kita. Mereka berhak mendapatkan ruang bermain yang aman, sehat, dan inklusif. Pemerintah Kota Bontang berkomitmen penuh menjalankan seluruh rekomendasi auditor tanpa terkecuali,” tegas Agus Haris.
Ia juga menekankan, bahwa identitas Bontang sebagai kota yang aman dan tertib harus tercermin dalam fasilitas publiknya. Taman kota wajib bebas dari aktivitas negatif yang dapat mengganggu tumbuh kembang anak, sehingga menjadi tempat belajar dan bermain yang ideal.
Tim Auditor KemenPPPA yang dipimpin oleh Eti Sri Nurhayati dan Marini Widowati telah melakukan penilaian intensif sejak 9 hingga 12 Desember 2025. Penilaian mencakup aspek keamanan, aksesibilitas, kenyamanan, hingga kelayakan wahana permainan.
Eti Sri Nurhayati mengapresiasi respons cepat Pemkot Bontang, dalam melakukan pembenahan signifikan dalam waktu singkat. Ia mengingatkan bahwa status Bontang yang telah meraih predikat Kota Layak Anak (KLA) Kategori Utama harus diimbangi dengan kualitas ruang publik yang mumpuni.
“Bermain adalah bagian dari pendidikan. Kami merekomendasikan pemanfaatan kekayaan flora-fauna lokal di taman sebagai media edukasi, serta kolaborasi layanan kesehatan dan gizi di area publik,” ujar Eti.
Sementara itu, Marini Widowati memaparkan sejumlah catatan teknis yang perlu segera ditindaklanjuti. Di antaranya penyelesaian instalasi wahana multifungsi, penyediaan papan informasi keselamatan, serta pengembangan pojok baca mobile untuk meningkatkan literasi anak.
“Kami juga mendorong agar Pemkot Bontang dapat menambah lokasi RBRA baru di masa mendatang demi pemerataan akses bermain anak,” tambah Marini.
Aspirasi juga datang dari Forum Anak Bontang. Mereka menyuarakan pentingnya fasilitas yang inklusif bagi anak penyandang disabilitas serta pelabelan nama pohon (flora) sebagai sarana belajar.
Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam




