Neni: Pernikahan Dini Jadi Ancaman Serius Masa Depan Generasi Muda!

BONTANG – Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menegaskan bahwa pernikahan dini masih menjadi ancaman serius bagi masa depan generasi muda, karena berdampak langsung pada kualitas sumber daya manusia.

Hal itu disampaikan saat Rapat Koordinasi (Rakor) Pencegahan Pernikahan Dini dan Isu Permasalahan serta Perilaku Hidup Remaja di Auditorium Tiga Dimensi Kota Bontang, yang diselenggarakan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Bontang

“Pernikahan dini bukan hanya persoalan usia, tetapi menyangkut kesiapan fisik, mental, pendidikan, dan ekonomi. Dampaknya sangat besar, mulai dari stunting, putus sekolah, hingga kekerasan dalam rumah tangga,” ujar Neni.

Ia menambahkan, pemerintah daerah berkomitmen menjalankan kebijakan pendewasaan usia perkawinan sesuai ketentuan perundang-undangan, yakni minimal 19 tahun, dengan usia ideal perempuan 21 tahun dan laki-laki 25 tahun.

“Pencegahan pernikahan dini merupakan bagian dari pembangunan sumber daya manusia dan upaya memanfaatkan bonus demografi. Ini harus dilakukan secara kolaboratif oleh keluarga, sekolah, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat,” tegasnya.

Baca Juga:  Dapat Tambahan 2.000 Sambungan Jargas, Bontang Targetkan Jadi “Gas City”

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.