SAMARINDA — Warga Jalan Kadrie Oening, Kecamatan Samarinda Ulu, dikejutkan oleh penemuan seorang pria yang ditemukan meninggal dunia di dalam kamar rumahnya sendiri, Jumat (2/1/2026). Korban diduga mengakhiri hidupnya setelah mengalami tekanan psikologis yang berkaitan dengan persoalan asmara dan kondisi kesehatan.
Jasad korban pertama kali ditemukan oleh orang tuanya. Kecurigaan muncul setelah korban tak merespons panggilan dan kamar dalam kondisi tertutup rapat. Saat pintu dibuka, korban ditemukan sudah tidak bernyawa.
Kapolsek Samarinda Ulu, AKP Wawan Gunawan, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyampaikan bahwa sebelum kejadian, korban menunjukkan perubahan perilaku yang cukup signifikan.
“Dari keterangan keluarga, korban beberapa hari terakhir lebih banyak diam dan mengurung diri di dalam kamar,” ujar Wawan saat dikonfirmasi, Jumat (2/1/2026).
Dalam olah tempat kejadian perkara (TKP), petugas menemukan sejumlah barang di kamar korban. Di antaranya satu unit senapan angin yang berada di dekat jasad, serta beberapa jenis obat-obatan yang diduga merupakan konsumsi rutin korban terkait penyakit yang dideritanya.
Hasil penyelidikan sementara mengarah pada tekanan psikologis yang dialami korban. Selain faktor kesehatan, persoalan hubungan asmara disebut menjadi pemicu utama tindakan tersebut.
“Berdasarkan keterangan tiga saksi, didukung rekaman CCTV, serta hasil analisis tim Inafis Polresta Samarinda, peristiwa ini dipastikan sebagai tindakan bunuh diri,” jelas Wawan.
Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Setelah pemeriksaan medis luar selesai, jenazah diserahkan kepada keluarga.
“Korban telah dimakamkan oleh pihak keluarga di tempat pemakaman umum di Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara,” tutup Kapolsek.
Pewarta: Dimas
Editor: Agus S




