SAMARINDA — Insiden pertikaian berdarah kembali mengguncang Kota Samarinda. Seorang warga dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami luka tusuk serius dalam kejadian di simpang tiga Jalan Otto Iskandar Dinata dan Jalan Sultan Alimuddin, Kelurahan Sungai Dama, Kecamatan Samarinda Ilir, Senin (5/1/2026) siang.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 14.19 Wita dan sempat membuat situasi di lokasi mencekam. Korban mengalami luka tusuk parah dan segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis.
Kapolsek Samarinda Kota, I.G.N. Adi Suarmita, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyampaikan bahwa korban sempat dibawa ke RSUD Abdul Wahab Sjahranie, namun nyawanya tidak tertolong.
“Informasi terakhir, yang bersangkutan meninggal dunia. Kami masih menunggu kedatangan keluarga korban untuk langkah selanjutnya,” ujar Kompol Adi saat dikonfirmasi di Mapolresta Samarinda pada sore hari.
Dalam penanganan cepat di lapangan, aparat kepolisian berhasil mengamankan satu orang pria berinisial V yang diduga kuat sebagai pelaku penikaman. Pelaku diamankan tidak lama setelah kejadian berlangsung.
“Untuk saat ini, kami amankan satu orang berinisial V. Pelaku diamankan di TKP dengan bantuan masyarakat, kemudian langsung dibawa ke Polsek Samarinda Kota,” jelasnya.
Selain mengamankan pelaku, polisi juga menyita barang bukti berupa satu bilah pisau dapur yang diduga digunakan untuk menusuk korban di bagian ulu hati. Barang bukti tersebut kini diamankan untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut.
Hingga kini, kepolisian masih mendalami motif di balik aksi penikaman tersebut. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan, dan olah tempat kejadian perkara kembali dilakukan guna memastikan rangkaian peristiwa secara utuh.
“Motif belum bisa kami ungkapkan. Setelah pemeriksaan tersangka selesai, baru bisa kami sampaikan. Kami harus memastikan keterangan saksi-saksi sinkron agar tidak menjadi polemik di luar,” tegas Kompol Adi.
Terkait identitas korban, polisi menyebut korban merupakan warga Samarinda berdasarkan dokumen kependudukan yang ditemukan. Keluarga korban, didampingi tetangga, telah mendatangi SPKT Polsek Samarinda Kota untuk membuat laporan resmi.
Menanggapi beredarnya video kejadian di media sosial, Kapolsek Samarinda Kota juga mengimbau masyarakat yang memiliki rekaman sebelum atau saat terjadinya cekcok untuk membantu proses penyidikan.
“Bagi masyarakat atau rekan media yang memiliki video awal sebelum kejadian, khususnya saat cekcok terjadi, kami harap dapat mengirimkannya ke Polsek Samarinda Kota sebagai bahan pendalaman,” pungkasnya. (Dim)
Pewarta: Dimas
Editor: Agus S




