Gus Ipang: Komunikasi Buruk Bisa “Tenggelamkan” Pemerintah di Era Digital

SAMARINDA — Praktisi komunikasi Irfan Wahid atau Gus Ipang mengingatkan jajaran Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur agar tidak mengabaikan cara berkomunikasi dengan publik. Menurutnya, kinerja yang baik tanpa narasi yang tepat justru membuat pemerintah dianggap tidak bekerja.

“Publik tidak suka pejabat yang sombong. Ingat, serangan netizen bisa lebih ‘mematikan’ dari bom atom,” kata Gus Ipang saat menjadi narasumber Workshop Komunikasi Pemprov Kaltim di Media Sosial bertema Strategi Komunikasi Digital: Pembuatan Konten Kreatif hingga Distribusi Konten di Media Digital di Gedung Olah Bebaya, Kompleks Lamin Etam, Rabu (14/1/2026).

Ia mengibaratkan Kalimantan Timur seperti sebuah pinisi yang sedang berlayar di lautan luas. Gubernur dan wakil gubernur bertindak sebagai nakhoda, sementara para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) adalah kru yang menentukan arah pelayaran. Penumpangnya, kata dia, adalah seluruh rakyat Kalimantan Timur.

“Ibarat sebuah pinisi di lautan, gubernur dan wakil gubernur harus mampu menghadirkan rasa aman dan yang terpenting membawa seluruh penumpang sampai tujuan dengan baik,” tegasnya.

Baca Juga:  Aulia Rahman Basri Akhirnya Buka Suara soal Isu Pindah Partai ke Gerindra

Dalam konteks komunikasi pemerintahan, Gus Ipang menekankan bahwa informasi harus disampaikan secara benar, utuh, dan mudah dipahami masyarakat. Tanpa narasi yang kuat, kerja pemerintah akan kalah oleh isu negatif dan disinformasi yang berulang.

“Kinerja tanpa narasi membuat pemerintah dianggap tidak bekerja. No picture, hoaks. Kebenaran yang tidak diceritakan akan kalah dengan kebohongan yang terus diulang,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa berita baik (good news) kerap kalah cepat menyebar dibandingkan berita buruk. Karena itu, OPD diminta lebih cermat dan berhati-hati dalam menyajikan informasi kepada publik. Satu kesalahan kecil, menurutnya, bisa berkembang cepat menjadi krisis kepercayaan.

Sebaliknya, citra positif yang dikelola dengan konsisten dapat berdampak besar. Gus Ipang mencontohkan Rizki Juniansyah, atlet TNI yang berprestasi di ajang SEA Games hingga meraih medali emas dunia, yang kemudian berdampak langsung pada lonjakan kariernya.

“Citra positif itu bisa mendorong kemajuan karier secara signifikan,” katanya.

Lebih jauh, Gus Ipang menekankan pentingnya empati sebagai fondasi komunikasi pemerintah. Ia menyebut, di era digital yang serba cepat, pemimpin daerah dan seluruh perangkatnya harus mampu memahami perubahan zaman dan cara berpikir masyarakat.

Baca Juga:  Didampingi YDBA Astra, Mikajo Bakery Sangatta Sulap Labu Kuning Lokal Jadi Produk Vegan Premium

“Zaman sudah berubah. Jika kita tidak berubah, tidak adaptif, dan tidak memahami perubahan itu, kitalah yang akan dirugikan,” ujarnya.

Ia menegaskan, persoalan komunikasi bukan semata soal figur gubernur atau wakil gubernur, melainkan menyangkut seluruh sistem kerja Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

“Sekali lagi, ini bukan soal gubernur dan wakil gubernur, melainkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur,” tutup Gus Ipang.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur Sri Wahyuni juga mengingatkan para Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) di lingkungan Pemprov Kaltim agar mampu menyajikan informasi secara cepat, akurat, dan memadai.

“Mudah-mudahan di awal tahun ini PPID Kaltim semakin siap. Tidak hanya menyiapkan dokumen informasi yang diperlukan, tetapi juga memahami cara mengelola informasi agar dapat disampaikan dan diketahui masyarakat dengan baik,” harap Sri Wahyuni. (MK)

Editor: Agus S

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.