BONTANG – Kapasitas layanan Makan Bergizi Gratis (MBG) per dapur dipangkas. Hal ini diungkapkan Kepala Regional SPPG BGN Bontang, Surya Dwi Saputra
Ia menjelaskan langkah ini diperlukan untuk menjaga kualitas makanan, ketepatan distribusi, serta efektivitas pengawasan gizi.
Awalnya satu dapur MBG melayani hingga 3.500 sampai 4.000 porsi per hari. Namun, jumlah tersebut dinilai terlalu besar setelah dilakukan evaluasi lapangan.
“Kalau satu dapur melayani terlalu banyak porsi, pengawasan jadi tidak maksimal. Risiko kesalahan di proses produksi maupun distribusi juga lebih tinggi,” ujarnya.
Dengan porsi layanan yang ditekan, kebutuhan dapur MBG meningkat. Surya menyebut, kondisi ini menjadi alasan jumlah dapur di Bontang harus ditambah, meskipun sebelumnya secara hitungan awal jumlah dapur dinilai cukup.
“Sekarang satu SPPG melayani lebih sedikit. Konsekuensinya, butuh dapur tambahan untuk semua sasaran tetap terlayani, melihat evaluasi di lapangan hal itu diperlukan,” tegasnya.
Evaluasi juga mencakup sumber daya manusia. Setiap dapur diwajibkan memiliki tenaga masak yang kompeten dan tersertifikasi.
“Tenaga masak harus punya sertifikat kompetensi dari BNSP. Ini penting untuk memastikan standar mutu makanan,” tambahnya.
Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam




