BONTANG – Penolakan terhadap wacana pemilihan pilkada melalui DPRD datang juga dari mahasiswa.
Hal itu disampaikan Ketua Keluarga Pelajar dan Mahasiswa Kota Bontang (KAPASISBON), Kurniawan. Ia menilai Pilkada melalui DPRD sebagai kemunduran demokrasi.
“Itu kemunduran demokrasi karena menghilangkan hak rakyat untuk memilih langsung pemimpinnya,” ujarnya.
Kurniawan juga menyoroti rendahnya kepercayaan publik terhadap DPRD, serta kuatnya pengaruh kepentingan partai dan elite dalam pengambilan keputusan politik.
“Efisiensi anggaran memang penting, tapi tidak bisa mengorbankan hak dasar rakyat. Hak pilih adalah esensi demokrasi,” tegasnya.
Ia menilai solusi atas kelemahan Pilkada langsung seharusnya dilakukan melalui perbaikan tata kelola, bukan dengan menghilangkan partisipasi rakyat.
“Partisipasi rakyat adalah inti demokrasi. Tanpa keterlibatan rakyat, kepemimpinan daerah kehilangan legitimasi,” pungkasnya.
Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam




