SAMARINDA — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menegaskan komitmennya memberi perhatian nyata kepada para veteran dan keluarganya. Melalui program Gratispol, Pemprov Kaltim membuka akses pendidikan tinggi bagi anak dan cucu keluarga veteran sebagai bentuk penghargaan atas jasa mereka dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.
Penegasan itu disampaikan Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji saat menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) Konsolidasi Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Provinsi Kalimantan Timur di Ruang Bina Bangsa, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kaltim, Selasa (20/1/2026).
“Anak cucu veteran ini orang tuanya telah berjuang mempertahankan wilayah Kalimantan Timur dan Indonesia. Sudah sepantasnya kita memberikan apresiasi. Saat ini sudah berjalan, beberapa anak veteran telah kita kuliahkan, terutama di bidang pendidikan dan kesehatan,” ujar Seno Aji.
Selain Gratispol, Pemprov Kaltim juga menyiapkan skema pembiayaan pendidikan ke luar daerah. Seno Aji menekankan, setelah menyelesaikan studi, para penerima manfaat diharapkan kembali ke Kalimantan Timur untuk berkarya dan berkontribusi bagi pembangunan daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Wagub menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada para veteran. Menurutnya, nilai perjuangan, nasionalisme, dan patriotisme yang diwariskan para veteran merupakan modal penting bagi generasi muda.
“Semangat juang, nasionalisme, serta nilai-nilai patriotisme para veteran harus terus diwariskan kepada generasi penerus bangsa agar tidak luntur oleh perkembangan zaman,” tegasnya.
Ia menilai Musda Konsolidasi LVRI memiliki peran strategis untuk memperkuat soliditas organisasi, menyamakan visi dan misi, serta merumuskan langkah konkret menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), khususnya di Kalimantan Timur. Seno Aji juga berharap LVRI terus bersinergi dengan Pemprov Kaltim dalam merawat persatuan dan menjadi teladan penanaman nilai kebangsaan di tengah masyarakat.
“Kami berharap Musda ini berjalan lancar dan menghasilkan keputusan terbaik, sehingga semakin memperkokoh persatuan serta semangat juang keluarga besar LVRI,” harapnya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) LVRI Djoko Sumaryono mengapresiasi kebijakan Pemprov Kaltim yang dinilainya tidak dimiliki semua daerah.
“Tidak semua daerah itu. Hari ini saya bangga Pak Wagub meneruskan itu. Tentulah ini peluang, tetapi anak-anak juga harus berprestasi. Sama seperti sekolah rakyat, Pak Prabowo ingin mengetaskan kesenjangan, sehingga anak-anak dari orang tua yang mungkin tidak sempat atau tidak mampu sekolah bisa belajar di sistem boarding. Nanti mereka jadi orang dan mengangkat derajat orang tuanya,” pungkas Djoko. (MK)
Editor: Agus S




