BONTANG – Jatah kuota jamaah haji Kota Bontang pada tahun 2026 mengalami penurunan signifikan.
Hal ini dikarenakan adanya perubahan sistem kuota yang diambil berdasarkan nomor urut pendaftaran.
Najmuddin Tamini, Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umroh Kementerian Agama, Kota Bontang menjelaskan jamaah yang akan diberangkatkan disesuaikan dengan nomor urut pendaftaran, bukan lagi berdasarkan jatah kuota. Urutan ini tetap dilihat berdasarkan provinsi.
“Misal, istri daftar dan dapat nomor urut sekian, kemudian suaminya lagi daftar, ternyata dari daerah lain ada orang yang daftar sepersekian detik dari istrinya, maka suaminya bisa jadi tidak dapat nomor antrian yang berurutan karena diisi orang lain itu,” terangnya, Rabu (21/1/2026).
Ia menjelaskan, urutan ini berdasarkan mereka yang telah mendaftar pada tahun 2012. Bontang sendiri hanya terdapat 72 nama yang masuk dalam 3007 kuota Kaltim tahun ini. Untuk itu, mulai tahun ini sudah tidak ada kuota per daerah. Namun pemberangkatan sesuai nomor urut pendaftaran.
“Dari 72, hanya 62 yang dipastikan akan berangkat karena sudah melakukan pelunasan hingga 9 Januari kemarin,” tuturnya.
Beberapa kabupaten/kota juga mengalami penurunan jatah yang signifikan seperti Kutai Timur dan juga Tenggarong, biasanya wilayah tersebut memberangkatkan jamaah sekitar 400 hingga 500 orang namun tahun ini hanya sekitar 160 jamaah.
Sementara itu seperti Balikpapan dan Samarinda mengalami kenaikan. Samarinda sendiri memberangkatkan sekitar 1100 jamaah dan Balikpapan 600 jamaah.
“Di wilayah tersebut banyak yang sudah lama daftar, jadi pemberangkatan ini supaya adil, sesuai dengan mereka yang daftar,” tutupnya.
Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam




