BONTANG – Bantuan Keuangan (Bankeu) Kota Bontang di 2026 dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) mengalami penurunan yang fantastis. Dari usulan Rp 880 miliar, hanya mendapat angka Rp 88 miliar.
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni mengatakan bahwa walaupun Bontang mengalami penurunan signifikan dan tidak menerima bantuan sesuai yang diajukan, akan tetapi sejauh ini masih terpantau aman.
Bahkan Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang berupaya untuk tidak mencari pinjaman ke bank atau kemanapun untuk menutupinya. Akan tetapi ada beberapa program yang tidak jadi direalisasikan.
“Masih aman, walaupun ada program yang tak jadi dilaksanakan, tapi insyaallah secara bertahap semuanya akan kita selesaikan. Kita berjalan sesuai dengan dokumen RPJMD,” ucapnya saat dikonfirmasi, Sabtu (24/1/2026).
Walaupun mengalami penurunan, Bankeu Bontang juga tak berdampak ke pelayanan publik, dimana pemkot malah memberikan bantuan ke warga kurang mampu di wilayah Bontang. Yakni pemberian bantuan uang tunai, sebesar Rp 300 ribu per bulannya selama setahun penuh.
“Tidak ada yang terdampak dari penurunan ini, buktinya kita memberikan bantuan Rp 300 ribu ke warga kurang mampu. Menaikan insentif guru ngaji juga jadi Rp 2 juta. Amanlah pokoknya, walaupun ada program yang tidak jadi berjalan, setidaknya kesejahteraan masyarakat bisa ditingkatkan,” tutupnya.
Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam




