SANGATTA – DPD Partai Hanura Kalimantan Timur (Kaltim) mulai tancap gas menatap agenda politik ke depan. Konsolidasi total hingga tingkat paling bawah disebut menjadi modal utama untuk mengembalikan kejayaan partai.
Komitmen itu ditegaskan Ketua DPD Partai Hanura Kaltim, Marsidik, saat menghadiri pelantikan pengurus DPC Partai Hanura Kutim di Hotel Royal Victoria, Sangatta, Senin (26/1/2026) kemarin.
Marsidik menekankan pentingnya soliditas internal sebagai fondasi utama. Menurutnya, kepemimpinan di daerah tidak boleh sekadar formalitas, tetapi harus diisi figur yang siap bekerja dan bertanggung jawab.
“Banyak yang mau jadi ketua, tapi kita butuh ketua yang benar-benar ketua. Bukan sekadar mengajak aji mumpung,” tegasnya.
Ia tak menampik perolehan suara Hanura pada Pemilu 2024 mengalami penurunan cukup tajam. Salah satu penyebabnya, kata dia, adalah kevakuman kepemimpinan di tingkat pusat dalam beberapa tahun terakhir.
“Setelah Pemilu 2024, hasil Hanura jauh dari target. Tapi sekarang saya dipercaya memimpin, tentu ada target yang harus kita kejar,” tegasnya.
Marsidik menyebut fokus utamanya saat ini adalah Kalimantan Timur. Ia menargetkan lonjakan signifikan perolehan kursi legislatif Hanura di daerah tersebut pada pemilu mendatang.
“Saya sampaikan ke DPC, saya tidak terlalu melihat daerah lain. Yang penting Kaltim harus signifikan. Kursi DPR di Kaltim harus naik,” katanya.
Untuk Kutai Timur, Marsidik mengakui Hanura belum berhasil mengamankan kursi legislatif pada Pemilu 2024. Namun dengan waktu persiapan yang masih panjang, ia optimistis target tersebut bisa dikejar.
“Yang penting ada target. Satu kursi, dua kursi, bahkan empat kursi. Daripada tidak ada hasil sama sekali,” ucapnya.
Ia juga mengingatkan Ketua DPC Hanura Kutim yang baru dilantik agar tidak terlena. Pembenahan struktur partai, menurutnya, harus segera dilakukan hingga ke tingkat kecamatan, desa, bahkan RT.
“Setelah dilantik jangan santai. Bangun partai dari kecamatan, desa, sampai RT. Kalau itu terbentuk, saya yakin ada harapan,” pesannya.
Marsidik menilai daerah-daerah dengan perolehan suara besar umumnya ditopang oleh kepengurusan yang solid dan utuh. Karena itu, soliditas internal menjadi syarat mutlak kebangkitan partai.
“Makanya pemilihan dilakukan secara aklamasi. Kita butuh kepengurusan yang solid. Kalau solid, peluang menang terbuka,” tegasnya.
Ia pun optimistis Hanura Kutim dapat kembali bangkit di bawah kepemimpinan Sumarno, yang dinilainya sebagai tokoh masyarakat dengan semangat juang tinggi.
“Saya yakin di bawah Pak Sumarno, Hanura Kutim bisa bangkit lagi. Hanura bangkit, Hanura jaya, Hanura menang,” pungkasnya.
Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam




