BONTANG – Salah satu warga di RT.14, Kelurahan Tanjung Laut Indah, Kecamatan Bontang Selatan melaporkan ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bontang terkait akses jalan yang selama ini mereka lalui, dimana jalan tersebut ialah milik dari perusahaan.
Warga merasa sangat khawatir, apabila mereka telah menolak keras pembangunan batching plant milik perusahan PT Tahta Indonesia Muda, mereka nantinya akan kehilangan akses jalan tersebut.
Sebab sudah bertahun-tahun lamanya, mereka keluar masuk hanya melewati jalur itu, dimana jalur tersebut merupakan jalur satu-satunya akses jalan mereka.
Anggota Komisi C DPRD Bontang, Muhammad Sahib menegaskan, bahwa pemerintah kota (pemkot) harus bisa memberikan jalan alternatif ke masyarakat, apabila jalan mereka yang sering mereka dilalui ditutup perusahaan.
“Pak Camat dan dari Dinas PU mohon dibantu, untuk bisa buatkan plannya, buat masyarakat disini agar memiliki jalan. Karena kita antisipasi, bisa saja pemilik lahan ini langsung menutup akses jalannya, sehingga warga tidak bisa lewat,” jelasnya.
Kesempatan yang sama, Lurah Tanjung Laut Indah, Ardiansyah mengatakan bahwa pihaknya akan mengupayakan pembuatan jalan alternatif untuk warga sekitar.
“Iya memang sangat penting, warga harus memiliki jalan. Nanti akan kita usulkan pembuatan jalan sekitar dua meter lebih,” tutupnya.
Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam




