25 Siswa Keracunan Usai Santap MBG, Dapur SPPG Waru Disetop

PENAJAM – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri 008 Waru, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), mendadak menjadi sorotan setelah 25 siswa mengalami mual dan muntah usai menyantap menu yang dibagikan, Rabu (11/2/2026). Insiden itu membuat operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Waru dihentikan sementara sambil menunggu hasil uji laboratorium.

Peristiwa terjadi tidak lama setelah makanan didistribusikan ke sekolah sekitar pukul 07.30–08.30 Wita. Menu yang disajikan terdiri dari nasi putih, telur kecap, tahu goreng, tumis labu siam dan wortel, serta puding susu buah. Dugaan sementara mengarah pada puding yang disebut beraroma tidak segar.

Sekitar pukul 08.55 Wita, pihak sekolah melaporkan adanya keluhan dari siswa. Awalnya hanya satu anak yang muntah, namun dalam waktu singkat jumlahnya bertambah hingga 25 siswa. Mereka terdiri dari 16 siswa laki-laki dan 9 perempuan dari kelas 3, 5, dan 6. Bahkan satu siswa tingkat SMA juga dilaporkan mengalami keluhan serupa.

Suasana penanganan siswa di Puskesmas Waru setelah mengalami mual dan muntah usai menyantap menu MBG, Rabu (11/2/2026). Foto: Istimewa

Guru dan tenaga kependidikan segera membawa para siswa ke Puskesmas Waru. Beberapa anak dipasangi infus dan menjalani observasi hingga siang hari. Sekitar pukul 15.00 Wita, seluruh siswa diperbolehkan pulang setelah kondisi membaik.

Baca Juga:  15 Tahanan, Satu Lubang, dan Celah Lama di Balik Jeruji Samarinda

Salah satu orang tua, Istiana Hasanuddin, mengaku mendapat kabar ketika anaknya sudah berada di fasilitas kesehatan. “Sekitar jam 11.30 mual muntah. Saya datang sudah diinfus. Katanya belum boleh pulang karena masih observasi,” ujarnya. Ia menambahkan anaknya hanya sempat mengonsumsi puding dan tidak memiliki riwayat alergi makanan.

Produksi 1.040 Porsi

Kepala SPPG Waru Yayasan Bakti Benuo Taka, Moh Andi Rizki, menyebutkan pada hari kejadian pihaknya menyiapkan 1.040 porsi MBG. Dari jumlah itu, sekitar 1.017 porsi dilaporkan tidak bermasalah.

Bahan baku diterima sehari sebelumnya dari pemasok dan mitra UMKM. Roti dan puding diterima pada malam hari, sementara proses persiapan dilakukan pukul 19.00–02.00 Wita dan produksi makanan berlangsung pukul 02.00–05.00 Wita sebelum didistribusikan.

Setelah kejadian, sampel makanan yang masih tersimpan di kulkas diamankan bersama tim surveilans dan petugas kesehatan lingkungan. Dinas Kesehatan juga mengambil sampel muntah siswa untuk diperiksa di laboratorium.

“Kami menunggu hasil uji laboratorium sebelum memastikan penyebabnya,” ujar Andi. Ia menegaskan pihaknya siap melakukan evaluasi menyeluruh atas insiden tersebut.

Baca Juga:  Kuota Haji Bontang Terjun Bebas, Hanya Kebagian Enam Puluhan Jamaah

Kepala Disdikpora PPU menyampaikan salah satu menu tambahan diduga tidak disimpan sesuai standar. “Puding itu tidak dimasukkan ke kulkas dan aromanya sudah tidak bagus,” ujarnya. Ia menegaskan pengolahan teknis menjadi tanggung jawab SPPG, sementara dinas hanya sebagai penerima manfaat program.

Pengawasan Diperketat

Wakil Bupati PPU Abdul Waris Muin menyebut kejadian tersebut di luar dugaan. Ia memastikan evaluasi menyeluruh akan dilakukan. “Program ini tetap berjalan, tapi pengawasan harus diperketat agar tidak terulang,” ujarnya sembari menyampaikan permohonan maaf kepada orang tua siswa.

Di tingkat provinsi, Kepala Dinas Kesehatan Kaltim Jaya Mualimin meminta dapur SPPG Waru menghentikan operasional sementara hingga hasil investigasi keluar. Ia menegaskan setiap dapur MBG wajib memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) serta menerapkan prinsip zero accident.

Ketua Komisi IV DPRD Kaltim H. Baba juga menyatakan pihaknya siap meninjau pelaksanaan program tersebut. Jika ditemukan kelalaian serius, rekomendasi pencabutan kewenangan penyedia dapat dilakukan.

Hingga berita ini diturunkan, hasil uji laboratorium masih dalam proses. Pemerintah daerah berjanji akan menyampaikan hasilnya secara terbuka kepada publik. (Tim MKN)

Baca Juga:  Resmi! Mulai 1 Maret Masuk Wisata Bontang Tak Lagi Gratis

Editor: Agus S

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.