Distribusi Sempat Terlambat, Beras 5 Ton Habis Diserbu Warga dalam Waktu Sekejap

BONTANG – Distribusi beras untuk Gerakan Pangan Murah (GPM) sempat mengalami keterlambatan, akibat mobil pengantar mengalami mogok di wilayah Gunung Menangis, Jalan Poros Samarinda – Bontang. Namun begitu, beras sebanyak 5 ton itu habis dalam waktu sekejap di serbu oleh warga di GPM, yang berlangsung di UMKM Center, Rabu (11/2/2026).

Kepala Bidang (Kabid) Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) Kota Bontang, Debora Kristina mengatakan bahwa penjualan beras yang semula dijadwalkan lebih awal, terpaksa digeser hingga pukul 14.00 Wita. Meski sempat terkendala akibat truk pengangkut beras mogok, akan tetapi antusiasme masyarakat tidak surut.

Sehingga dalam waktu sekitar empat jam, seluruh stok beras habis terjual, yang dimana GPM kali ini, DKP3 menyiapkan beras SPHP sebanyak 800 sak atau 4.000 kilogram, serta beras premium sebanyak 1.000 kilogram atau 200 sak.

“Walaupun pengiriman beras mengalami keterlambatan karena ada kendala teknis, namun stok beras yang ada semuanya telah laku terjual sampai sore hari. Kami memohon maaf sebelumnya ke masyarakat,” ucapnya.

Baca Juga:  33 Perusahaan Berpartisipasi di Job Fair Disnaker Bontang

Selain beras, di GPM turut tersedia pula telur ayam lokal, minyak goreng, tepung, aneka sayuran, hingga macam-macam jajanan. Program ini menjadi langkah konkret pemerintah, dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan bahan pokok menjelang ramadan.

“Ini adalah wujud nyata kehadiran pemerintah dalam mengendalikan inflasi harga, dan menjaga pasokan pangan. Harapannya, akses pangan masyarakat tetap aman, terutama menjelang hari besar keagamaan nasional seperti ramadan,” jelasnya.

Debora menegaskan, Gerakan Pangan Murah merupakan manifestasi konkret kebijakan stabilisasi harga dan penguatan ketahanan pangan daerah. Program ini dirancang untuk memastikan keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, serta ketersediaan pasokan bahan pokok bagi masyarakat.

Terlebih lagi, Debora juga mengimbau ke masyarakat untuk bisa menerapkan pola konsumsi yang bijak dan tidak melakukan aksi beli panik.

“Kami mengajak masyarakat untuk tidak melakukan panic buying, berbelanja sesuai kebutuhan, dan berpartisipasi aktif menjaga stabilitas pasar,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.