BALIKPAPAN – Memasuki Ramadan 1447 Hijriah/2026, Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan mengingatkan masyarakat agar tidak abai terhadap pola makan saat sahur dan berbuka. Kebiasaan konsumsi makanan berlemak, gorengan, dan minuman dingin secara berlebihan dinilai berpotensi memicu gangguan kesehatan.
Kepala DKK Balikpapan, Alwiati, menegaskan bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga momentum untuk memperbaiki pola hidup.
“Puasa akan terasa lebih ringan dan ibadah bisa dijalani dengan lebih maksimal jika kita menjaga kesehatan. Itu dimulai dari memilih makanan yang bergizi dan seimbang,” ujarnya, Rabu (18/2/2026).
Menurutnya, salah satu kebiasaan yang masih sering terjadi saat Ramadan adalah berbuka dengan gorengan dan minuman es dalam jumlah berlebihan. Padahal, pola tersebut dapat memicu gangguan pencernaan hingga memperburuk kondisi penyakit kronis.
“Gorengan dan minuman es sebaiknya dibatasi. Gorengan termasuk yang paling awal harus dihindari karena bisa memicu berbagai masalah kesehatan,” jelasnya.
DKK mencatat, selama Ramadan keluhan yang kerap muncul di fasilitas pelayanan kesehatan antara lain Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) dan hipertensi. Pola makan tinggi lemak dan garam disebut berkontribusi terhadap lonjakan tekanan darah, khususnya bagi penderita hipertensi.
“Hipertensi itu sangat dipengaruhi pola makan. Gorengan dan makanan asin bisa memicu kenaikan tekanan darah. Untuk penderita diabetes melitus dan hipertensi, obat tetap harus diminum teratur, tidak boleh dihentikan,” tambah Alwiati.
Terkait ISPA, hingga Februari 2026 tercatat sekitar tujuh ribuan kasus di Balikpapan. Meski masih dalam kategori terkendali, DKK mengingatkan bahwa angka tersebut bisa berubah sewaktu-waktu.
“Kasus ISPA saat ini masih relatif stabil. Tapi sifatnya bisa berubah, tergantung cuaca dan kebiasaan masyarakat,” tegasnya.
Melalui Ramadan tahun ini, DKK Balikpapan mengajak masyarakat menjadikan puasa sebagai titik awal perubahan gaya hidup. Selain menjaga ibadah, masyarakat diharapkan lebih sadar akan pentingnya asupan gizi seimbang agar manfaat Ramadan dirasakan secara spiritual sekaligus berdampak positif bagi kesehatan tubuh.
Penulis: Aprianto
Editor: Agus S




