BONTANG – Hujan deras dengan intensitas tinggi mengguyur Bontang, memicu terjadinya tanah longsor di Jalan Pendidikan, RT.03, Kelurahan Kanaan, Kecamatan Bontang Barat, Rabu (4/3/2026) malam kemarin, sekitar pukul 23.00 Wita.
Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bontang, Ismail mengatakan bahwa saat tanah longsor terjadi, telah menyebabkan dua unit rumah warga terdampak. Berdasarkan hasil laporan, terdapat dua Kepala Keluarga (KK) dengan 13 jiwa yang tinggal di rumah terkena dampak dari longsoran tanah.
Dari data yang dihimpun, rumah pertama milik Ibu Sarlota Lumba (60), dimana dirinya tinggal bersama delapan anggota keluarganya, terdiri dari lima anak serta tiga cucu.
Sementara rumah kedua yang ikut terdampak, ialah rumah milik Bapak Marten (65), yang tinggal bersama istrinya beserta dengan kedua cucunya.
“Longsor terjadi diduga akibat curah hujan yang tinggi dan berlangsung cukup lama, sehingga menyebabkan tanah di sekitar pemukiman menjadi tidak stabil. Sehingga kondisi tersebut membuat material tanah bergerak dan mengenai rumah warga di sekitar lokasi,” jelasnya saat dikonfirmasi.
Kini tim gabungan yang terdiri dari BPBD Bontang bersama masyarakat setempat, telah melakukan pemantauan langsung ke lokasi kejadian untuk memastikan kondisi rumah yang terdampak, dimana dapat berpotensi bahaya lanjutan.
“Dari hasil pemantauan sementara, longsor masih berpotensi meluas dan mengancam rumah warga lainnya di sekitar area tersebut,” tambahnya.
Sebagai langkah penanganan, BPBD Bontang telah berkoordinasi dengan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman untuk penanganan lebih lanjut. Selain itu, pemantauan kondisi cuaca juga terus dilakukan dengan mengacu pada informasi dari BMKG.
“Dengan itu kami turut mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi untuk tetap waspada, terutama saat hujan deras, serta menghindari area yang berpotensi mengalami longsor,” tutupnya.
Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam




