BONTANG – Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian (DKP3) kembali menggelar kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) menjelang Hari Raya Idulfitri, Rabu (11/3/2025).
Kabid Ketahanan Pangan DKP3 Bontang, Debora, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menjaga stabilitas pasokan sekaligus menekan harga pangan di masyarakat.
“Tujuan kegiatan ini untuk stabilisasi pasokan dan harga pangan. Apalagi ini menjelang lebaran,” ujarnya.
Ia menambahkan, berbagai komoditas pangan yang dijual dalam kegiatan tersebut dipastikan dalam kondisi aman dan berkualitas dengan harga yang lebih murah dibandingkan pasar. Salah satunya adalah cabai rawit yang saat ini di pasaran mencapai sekitar Rp100 ribu per kilogram.
“Di kegiatan ini kami membeli dari petani seharga Rp80 ribu per kilogram dan kami jual dengan harga yang sama kepada masyarakat. Jadi ada selisih sekitar Rp20 ribu dibandingkan harga pasar,” jelasnya.
Selain cabai, pemerintah juga mensubsidi beberapa komoditas lain seperti telur dan beras. Telur ukuran medium yang di pasar sekitar Rp65 ribu per piring dijual Rp60 ribu. Sementara beras premium yang biasanya dijual sekitar Rp77 ribu dijual Rp75 ribu, dan beras SPHP yang harga pasar sekitar Rp65.500 dijual Rp60 ribu.
“Untuk pembelian kami batasi agar semua masyarakat bisa mendapatkan, misalnya telur satu orang satu piring. Beras juga bisa dibeli hingga lima sak per orang, biasanya kan cuma dua saja,” tambahnya.
Debora juga mengungkapkan bahwa ketersediaan pangan di Bontang menjelang Idulfitri dipastikan aman sehingga masyarakat tidak perlu khawatir atau melakukan pembelian berlebihan.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, mengatakan bahwa Gerakan Pangan Murah merupakan salah satu bentuk kehadiran pemerintah dalam melindungi masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan pokok di tengah tekanan ekonomi.
“Salah satu tugas utama pemerintah adalah memberikan perlindungan kepada masyarakat,” katanya.
Pada pelaksanaan kali ini, pemerintah menyediakan berbagai komoditas pangan dengan jumlah yang cukup besar. Di antaranya beras SPHP sebanyak 800 sak dan beras premium sebanyak 400 sak, serta distribusi komoditas pangan lainnya dengan total sekitar enam ton.
Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam




