NUSANTARA — Rencana pemindahan pedagang pasar tumpah setiap hari Rabu dari Desa Suka Raja ke Pasar Rakyat Tengin Baru menuai penolakan dari para pedagang. Mereka menilai lokasi baru yang disiapkan pemerintah desa tidak strategis karena jauh dari jalan utama sehingga dikhawatirkan sepi pembeli.
Sejumlah pedagang bahkan mengaku telah mencoba berjualan di lokasi tersebut pada Rabu sebelumnya. Namun hasilnya dinilai tidak menjanjikan karena jumlah pembeli sangat sedikit dibandingkan ketika berdagang di pinggir jalan poros Desa Suka Raja.
“Jauh dari jalan raya. Lokasinya masuk ke dalam. Bagaimana mau datang pembeli,” ujar Abdul Rahman, salah satu pedagang pasar tumpah saat mengikuti aksi protes di Kantor Desa Suka Raja, Selasa (10/3/2026).
Para pedagang pasar tumpah bersikukuh tetap ingin berjualan di kawasan Suka Raja yang selama ini menjadi lokasi pasar setiap hari Rabu. Mereka meminta agar tetap diizinkan berdagang di lokasi lama, setidaknya hingga menjelang Lebaran.
Jika pemerintah tidak mengizinkan menggunakan lokasi lama, pedagang meminta agar disiapkan lokasi alternatif lain yang tetap berada di kawasan Suka Raja dan dekat dengan jalan poros sehingga mudah dijangkau pembeli.
Mayoritas pedagang pasar tumpah tersebut ternyata bukan berasal dari wilayah Sepaku. Mereka datang dari berbagai daerah seperti Balikpapan, Petung, Penajam, Handil, hingga Samarinda. Sementara pedagang yang berasal dari Sepaku sendiri hanya beberapa orang.
Pedagang lokal tersebut disebut menjadi pihak yang pertama kali memulai aktivitas pasar Rabu hingga akhirnya berkembang dan ramai dikunjungi masyarakat.
Di sisi lain, berdasarkan pantauan di lapangan, lokasi Pasar Rakyat Tengin Baru sebenarnya cukup memadai untuk dijadikan tempat relokasi sementara. Area halaman depan pasar terbilang luas, sementara akses jalan menuju pasar sudah menggunakan rigid beton dengan lebar sekitar empat meter dan panjang puluhan meter.
Namun lokasi pasar tersebut memang berada cukup jauh dari jalan poros utama, dengan jarak lebih dari satu kilometer sehingga dianggap kurang strategis bagi aktivitas perdagangan.
Sebagai informasi, pemerintah desa sebelumnya telah memasang spanduk pengumuman relokasi yang berbunyi: “Relokasi Sementara Pasar Rabu Mulai Hari Rabu Tanggal 4 Februari 2026 pindah ke Pasar Rakyat Desa Tengin Baru di Jalan Loa Haur.”
Kebijakan relokasi tersebut kemudian memicu protes dari para pedagang. Lebih dari 20 pedagang pasar tumpah mendatangi Kantor Desa Suka Raja pada Selasa (7/3/2026) siang hingga menjelang magrib untuk menyampaikan keberatan mereka.
Para pedagang meminta agar tetap diberikan kesempatan berdagang di lokasi lama setidaknya selama dua kali hari Rabu menjelang Lebaran.
Pantauan terbaru pada Rabu (11/3/2026) menunjukkan para pedagang masih tetap berjualan di lokasi relokasi sementara di RT 17 Desa Suka Raja, Kecamatan Sepaku.
Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Agus S




