Bupati Sebut Inflasi Kutim Masih Tetap Terkendali

SANGATTA – Kondisi inflasi di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) masih terjaga. Pemerintah daerah memastikan kenaikan harga sejumlah komoditas di pasaran masih dalam batas wajar dan belum memberikan tekanan berarti terhadap daya beli masyarakat.

Hal itu disampaikan Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman saat mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah bersama Kementerian Dalam Negeri secara virtual dari Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika Kutai Timur, Senin (16/3/2026).

Ardiansyah menjelaskan, pemerintah daerah terus memantau perkembangan harga berbagai komoditas utama di pasar. Beberapa di antaranya seperti beras, minyak goreng, cabai, hingga daging ayam.

“Dari pantauan pasar, Alhamdulillah hanya sekitar tiga sampai empat komoditas yang berada di atas harga acuan dan kenaikannya juga tidak terlalu tinggi,” paparnya.

Berdasarkan catatan Bagian Ekonomi, tingkat inflasi daerah saat ini masih berada di kisaran 0,21 hingga 0,22 persen. Angka tersebut menunjukkan kondisi harga di Kutai Timur relatif stabil.

“Artinya kenaikan harga masih sangat terukur dan kemampuan belanja masyarakat juga masih cukup baik,” jelasnya.

Baca Juga:  Diperuntukkan Tempat Singgah Umat, Masjid Keluarga Ketua DPRD Kutim Dibangun di Tepi Pelabuhan

Dalam rakor tersebut, pemerintah daerah juga menyoroti percepatan sertifikasi halal bagi pelaku usaha. Ardiansyah meminta Dinas Perindustrian dan Perdagangan berkoordinasi dengan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) untuk mendorong pedagang maupun pelaku usaha yang telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) agar segera mengurus sertifikat halal.

Menurutnya, langkah ini penting untuk meningkatkan kualitas usaha sekaligus memberikan jaminan kepada konsumen.

Pemkab Kutim juga memastikan pemantauan harga akan terus dilakukan secara rutin di pasar. Jika terjadi lonjakan harga pada komoditas tertentu, pemerintah siap mengambil langkah antisipasi.

“Pemantauan harga terus dilakukan. Kalau nanti ada kenaikan signifikan, tentu ada langkah seperti operasi pasar untuk menekan inflasi,” katanya.

Sejumlah komoditas yang terpantau mengalami kenaikan di antaranya cabai dan daging ayam ras. Namun kenaikannya masih dinilai dalam batas wajar.

Di sisi lain, sektor pertanian di Kutim dinilai masih cukup mendukung ketersediaan pangan daerah. Meski demikian, beberapa komoditas pokok masih dipasok dari luar daerah.

“Untuk beras misalnya, sebagian masih didatangkan dari Sulawesi dan Jawa. Daging sapi juga masih ada pasokan dari luar daerah, sementara untuk ayam masih cukup tersedia di Kutai Timur,” ungkapnya.

Baca Juga:  Didampingi YDBA Astra, Mikajo Bakery Sangatta Sulap Labu Kuning Lokal Jadi Produk Vegan Premium

Selain membahas inflasi, rakor tersebut juga menyinggung dukungan pemerintah daerah terhadap program pembangunan tiga juta rumah dari pemerintah pusat. Ardiansyah menyebut Pemkab Kutim turut berkontribusi melalui program pembangunan rumah di daerah.

“Kita juga memiliki program pembangunan 1.000 rumah. Sampai bulan ini sudah sekitar 500 unit yang terbangun,” terangnya.

Tak hanya itu, pemerintah daerah juga menjalankan program bedah rumah sebanyak 5.000 unit untuk meningkatkan kualitas hunian masyarakat.

Melalui berbagai langkah tersebut, pemerintah daerah berharap stabilitas harga tetap terjaga sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kutai Timur.

“Kita ingin harga tetap stabil dan masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan baik,” pungkasnya.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.