PENAJAM PASER UTARA – Geliat panen padi sawah di kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), tepatnya di Desa Gunung Mulia, Kecamatan Babulu, kembali berjalan usai jeda Lebaran.
Di salah satu petak sawah, Kamis (26/3/2026), mesin panen padi atau combine harvester tampak aktif memanen lahan seluas 0,75 hektare milik petani bernama Sriatun.
Proses panen berlangsung cepat dan efisien. Gabah hasil panen langsung dikemas ke dalam karung dari mesin. Selanjutnya, warga merapikan dan menjahit karung menggunakan tali rafia. Dari satu petak sawah tersebut, dihasilkan sekitar 63 karung gabah.
“Alhamdulillah, selesai panen. Tinggal jemur,” ujar Sriatun.
Di sekitar lokasi, sejumlah petak sawah lainnya juga terlihat telah dipanen. Bahkan di beberapa ruas jalan desa, warga mulai memanfaatkan sisi jalan untuk menjemur padi hasil panen.
Dinas Pertanian (Distan) Penajam Paser Utara mencatat, aktivitas panen memang mulai kembali berlangsung di sejumlah wilayah sejak 23 Maret 2026.
Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Distan PPU, Gunawan, menyampaikan bahwa panen berjalan secara bertahap di berbagai titik.
“Sudah dimulai, panen setiap hari ada kemajuan. Namun, kami memang belum menerima total laporan keseluruhan luas panennya,” ujarnya.
Menurutnya, aktivitas pertanian tetap berjalan aktif meski sempat terhenti selama momen Lebaran.
“Artinya, siklus pertanian tetap berjalan di lapangan,” tambahnya.
Distan PPU terus melakukan pemantauan serta pengumpulan data dari petugas lapangan guna memastikan capaian produksi padi dapat terdata dengan baik.
Dengan progres panen yang kembali berjalan, pemerintah optimistis produksi padi di wilayah Benuo Taka tetap stabil dan mampu mendukung ketahanan pangan daerah, khususnya sebagai kawasan penyangga IKN. (MK)
Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Agus S




