SAMARINDA – Upaya Pemerintah Kota Samarinda untuk mempercantik kawasan Samarinda Seberang melalui proyek Taman Baqa terus berlanjut. Wali Kota Andi Harun memastikan penyelesaian sesuai desain utuh akan menjadi prioritas pada tahun anggaran berikutnya.
Hingga kini, progres pembangunan Taman Baqa baru terealisasi sebagian. Hal tersebut disebabkan keterbatasan anggaran yang membuat pengerjaan harus dilakukan secara bertahap.
“Kita sudah memiliki full design-nya, tapi karena anggaran terbatas, saat ini baru berjalan separuh,” ujarnya.
Salah satu fokus penataan adalah integrasi ruang terbuka publik dengan fasilitas sanitasi. Untuk menjaga estetika kawasan, akses masuk Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di Sungai Keledang kini dialihkan menghadap ke Sungai Mahakam, tidak lagi ke arah taman.
Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung sekaligus menjaga tampilan kawasan tetap bersih dan tertata.
Selain itu, konsep penataan tidak hanya mencakup taman, tetapi juga meliputi infrastruktur jalan di sekitar akses jembatan, jalur pedestrian yang ramah bagi warga, hingga penyelarasan lanskap dengan bantaran sungai.
“Penataan ini mencakup jalan, pedestrian, dan lanskap kawasan agar terintegrasi,” jelasnya.
Untuk merealisasikan seluruh konsep tersebut, dibutuhkan anggaran sekitar Rp6 miliar. Namun pada tahap awal, Pemkot Samarinda baru mengalokasikan sekitar Rp3 miliar.
“Kalau full design dengan TPS, taman, dan jalannya itu kurang lebih Rp6 miliar. Tapi baru kita anggarkan sekitar Rp3 miliaran. Insyaallah tahun depan kita bangun secara utuh,” tambahnya.
Pemkot optimistis, Taman Baqa dengan konsep baru nantinya dapat menjadi ikon ruang terbuka hijau di Samarinda Seberang sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan.
“Doakan saja, mudah-mudahan bisa kita selesaikan secara full design tahun depan,” pungkasnya. (MK)
Pewarta: Dimas
Editor: Agus S




