BONTANG – Pemerintah Kota Bontang berhasil mencapai kondisi zero kemiskinan ekstrem pada tahun 2025. Capaian ini disampaikan Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Bontang terkait penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Tahun Anggaran 2025.
Neni mengatakan, keberhasilan tersebut merupakan hasil dari berbagai intervensi yang dilakukan secara terpadu oleh pemerintah daerah, dengan melibatkan lintas sektor dan pemangku kepentingan.
“Dalam program penanggulangan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem, seluruh sasaran telah tertangani sehingga Kota Bontang dinyatakan mencapai kondisi zero kemiskinan ekstrem,” ujarnya, Senin (30/3/2026).
Selain itu, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk miskin di Kota Bontang juga mengalami penurunan. Pada tahun 2024 tercatat sebanyak 7.110 jiwa, kemudian turun menjadi 6.180 jiwa pada tahun 2025.
Penurunan ini menjadi indikator positif atas efektivitas kebijakan penanggulangan kemiskinan yang dijalankan pemerintah daerah.
Ia menegaskan, capaian tersebut tidak membuat pemerintah berpuas diri. Ke depan, Pemkot Bontang akan terus memperkuat sinergi dan kolaborasi guna mempercepat penurunan angka kemiskinan secara menyeluruh.
“Ini menjadi acuan bagi kami untuk terus meningkatkan sinergi dan kolaborasi dalam rangka percepatan penurunan angka kemiskinan pada tahun-tahun mendatang,” tambahnya.
Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam




