BONTANG – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, mengimbau kepada seluruh orang tua agar tidak memberikan gadget secara berlebihan, ke anak usia sekolah. Khususnya anak di tingkat Sekolah Dasar (SD).
Imbauan tersebut disampaikan secara lagsung, setelah pihaknya menemukan kasus seorang anak masih menduduki bangku SD yang putus sekolah, akibat tinggal kelas serta belum lancar membaca dan berhitung.
Kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah dalam menjaga kualitas pendidikan dasar di Kota Bontang. Terlebih lagi, bagi pengguna gadget yang tidak terkontrol dinilai dapat berdampak negatif terhadap kemampuan belajar anak.
“Ibu kalau sayang anaknya jangan dikasih main handphone terus, anak-anak harus belajar demi masa depannya,” ucapnya beberapa waktu lalu.
Menurutnya, peran orang tua sangat penting dalam mengawasi tumbuh kembang anak, termasuk dalam membatasi penggunaan gadget.
Selain itu, Neni juga menegaskan bahwa untuk kebiasaan bermain gawai secara berlebihan, dapat menurunkan daya tangkap serta minat belajar anak. Sebab sudah terbiasa bermain gadget tanpa batasan waktu.
Sehingga, Neni sangat meminta kepada orang tua untuk lebih peduli terhadap pendidikan anak, dan memastikan mereka tetap aktif dalam kegiatan belajar, baik di sekolah maupun di lingkungan rumah.
“Lebih baik kembali sekolah, mengaji, daripada di rumah saja. Banyak beraktivitas dengan belajar, jangan memberikan gadget terus-menerus,” tambahnya.
Sebagai tindak lanjut, Neni telah meminta orang tua anak tersebut untuk kembali menyekolahkan anaknya. Ia juga mengaku telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang, guna menangani persoalan tersebut, sehingga anak yang bersangkutan dapat kembali melanjutkan pendidikannya.
Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam




