SANGATTA – Upaya memperkuat ketahanan pangan di Kutai Timur (Kutim) mulai bergerak. Pemerintah daerah menyiapkan pembangunan gudang milik Perum Bulog dengan kapasitas mencapai 3.500 ton.
Rencana tersebut mengemuka dalam rapat paripurna ke XIX DPRD Kutim terkait Persetujuan DPRD Kutim terhadap pemindahtanganan barang milik daerah kepada perusahaan umum Bulog yang digelar Rabu (1/4/2026). Meski demikian, prosesnya saat ini masih berada pada tahap persetujuan administratif dan belum masuk ke tahap konstruksi.
Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, menjelaskan bahwa setelah persetujuan rampung, pemerintah daerah akan menindaklanjuti melalui mekanisme hibah daerah. Salah satunya dengan penyusunan dan penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD).
“Ini masih tahap persetujuan. Setelah itu baru ditindaklanjuti dengan NPHD,” ujarnya.
Meski belum dibangun, kapasitas gudang sudah dirancang cukup besar. Yakni mampu menampung hingga 3.500 ton gabah dan beras. Kapasitas itu dinilai mampu mengakomodasi produksi padi di Kutim yang terus berkembang.
Nantinya, Bulog akan memprioritaskan penyerapan gabah dari petani lokal. Langkah ini diharapkan memberi kepastian pasar bagi petani, terutama saat musim panen.
Gabah yang diserap akan disimpan sebagai cadangan pangan daerah. Saat diperlukan, stok tersebut akan kembali disalurkan ke pasar guna menjaga ketersediaan dan stabilitas harga.
“Yang penting itu padi atau gabah. Bulog menyimpan, lalu dikeluarkan saat dibutuhkan untuk menjaga kebutuhan pangan,” tegas Ardiansyah.
Pemkab Kutim berharap kehadiran gudang Bulog ini tidak hanya memperkuat cadangan pangan, tetapi juga menjadi instrumen pengendali harga. Dengan begitu, kesejahteraan petani dan stabilitas pasar dapat berjalan seimbang.
Harapan kami, ini bisa benar-benar membantu petani sekaligus menjaga harga tetap stabil di masyarakat,” pungkasnya.
Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam




