BONTANG – Pemerintah Kota Bontang berencana memberlakukan kebijakan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) setiap hari Rabu. Kebijakan ini masih menunggu keputusan resmi Wali Kota Bontang sebelum diterapkan secara menyeluruh.
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, mengatakan rencana WFH ini merupakan bagian dari upaya efisiensi, khususnya dalam pengurangan penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di lingkungan pemerintah daerah.
“Rencananya hari Rabu. Kita tunggu keputusan wali kota karena ini akan dituangkan dalam bentuk edaran,” ujarnya.
Menurutnya, kebijakan ini juga akan dilaporkan ke pemerintah pusat melalui Kementerian Dalam Negeri, sebagai bentuk langkah konkret penghematan energi. Pemkot ingin memastikan bahwa pengurangan mobilitas ASN berdampak langsung pada konsumsi BBM kendaraan dinas.
Ia menjelaskan, sebelumnya opsi WFH sempat direncanakan pada hari Jumat. Namun, karena bertepatan dengan agenda rutin kerja bakti, maka dipindahkan ke hari Rabu agar tidak mengganggu kegiatan tersebut.
“Kalau hari Jumat kan ada kerja bakti, jadi kurang efektif. Maka disarankan pindah ke hari Rabu,” jelasnya.
Meski demikian, ia menegaskan tidak semua layanan akan menerapkan WFH. Pelayanan publik tetap berjalan seperti biasa dan pegawai yang bertugas di sektor layanan diwajibkan tetap masuk kantor.
“Pelayanan tetap masuk, tidak boleh dilakukan dari rumah. Itu harus tetap berjalan,” tegasnya.
Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam




