Jalur Bengalon–Batu Ampar Segera Bisa Dilalui

SANGATTA—Jalur pengalihan permanen Simpang Perdau, Kecamatan Bengalon menuju Kecamatan Batu Ampar segera bisa dilalui masyarakat. Sebelum resmi dibuka, Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman turun langsung mengecek kondisi terkini proyek jalan tersebut.

Didampingi sejumlah pihak terkait, Ardiansyah meninjau kesiapan jalur yang dibangun sebagai akses penghubung utama antarwilayah di Kutai Timur itu. Total panjang jalan mencapai 22,05 kilometer. Rinciannya, jalan pengalih sementara sepanjang 3,45 kilometer dan jalan utama permanen sepanjang 18,6 kilometer yang kini telah rampung dikerjakan.

Menurut Ardiansyah, keberadaan jalur tersebut bukan sekadar membuka akses transportasi baru. Lebih dari itu, jalan tersebut diharapkan mampu memperlancar aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya di kawasan Bengalon dan Batu Ampar yang terus berkembang.

“Pembangunan jalan ini bukan hanya soal akses transportasi, tetapi bagaimana manfaatnya bisa dirasakan masyarakat dalam jangka panjang,” ujarnya saat ditemui, Jum’at (8/5/2026).

Proyek peningkatan jalan itu merupakan hasil kolaborasi pemerintah daerah bersama pihak swasta. PT Kaltim Prima Coal (KPC) turut mendukung pembangunan, sedangkan pekerjaan teknis di lapangan ditangani PT Wijaya Karya (WIKA).

Baca Juga:  Polda Kaltim Gelar Simulasi Bencana Hidrometeorologi, Wagub dan Wali Kota Balikpapan Beri Apresiasi

Saat ini proses semenisasi jalan disebut telah mencapai 100 persen. Dengan konstruksi permanen, jalur tersebut diharapkan lebih awet dan nyaman dilalui pengguna jalan.

Meski begitu, Ardiansyah masih memberi sejumlah catatan sebelum jalan resmi difungsikan. Salah satu yang paling disorot ialah sistem drainase dan kemiringan badan jalan. Ia tak ingin genangan air mempercepat kerusakan jalan yang baru selesai dibangun tersebut.

“Saya meminta kemiringan jalan benar-benar diperhatikan supaya air tidak menggenang. Jika drainase buruk, kerusakan jalan bisa lebih cepat terjadi,” tegasnya.

Selain itu, faktor keselamatan pengguna jalan juga menjadi perhatian serius. Ardiansyah meminta kontraktor segera melengkapi fasilitas pendukung seperti rambu lalu lintas dan tanda peringatan di titik rawan.

“Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas. Rambu peringatan, terutama di area tanjakan dan tikungan, harus dipasang sebelum jalan ini dibuka,” tandasnya.

Pemkab Kutim optimistis keberadaan jalur alternatif tersebut akan berdampak besar terhadap kelancaran distribusi barang dan mobilitas masyarakat. Terutama dalam menopang aktivitas sektor industri dan perkebunan di kawasan Bengalon hingga Batu Ampar.

Baca Juga:  Masjid Ramah Musafir di Tenggarong Ini Raih Penghargaan Nasional

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.