SANGATTA – Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Manajemen Air Minum Tingkat Muda Bersertifikat Kompetensi Angkatan 194 yang digelar Perumda Air Minum Tirta Tuah Benua (TTB) Kutai Timur resmi ditutup. Penutupan kegiatan yang berlangsung di Hotel Royal Victoria Sangatta itu dipimpin langsung Direktur Teknik Perumda TTB Kutim, Galuh Boyo Munanto.
Selama lima hari pelaksanaan sejak 18 Mei lalu, sebanyak 30 pegawai dari berbagai unit kerja, kantor cabang, hingga kantor pusat mengikuti pelatihan dan uji kompetensi. Program ini merupakan hasil kerja sama Perumda TTB Kutim dengan Yayasan Pendidikan Tirta Dharma PAMSI dan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) PTD PAMSI.
Melalui program tersebut, seluruh peserta kini resmi mengantongi sertifikat kompetensi di bidang manajemen air minum.
Dalam sambutannya, Galuh Boyo menegaskan bahwa peningkatan kompetensi pegawai menjadi langkah penting untuk menyamakan standar pelayanan air bersih di seluruh wilayah pelayanan Perumda TTB Kutim.
“Profesional adalah kunci untuk semua hal. Dengan profesionalisme, apa pun tantangan yang dihadapi akan mampu diselesaikan secara maksimal,” ujarnya kepada awak media, Jum’at (22/5/2026).
Ia menyebut, 30 pegawai yang telah mengikuti diklat bukan sekadar peserta pelatihan biasa, melainkan aset perusahaan yang dipersiapkan menjadi calon pemimpin masa depan.
“Kami mendidik kalian tidak hanya untuk Kutai Timur, tetapi juga untuk Indonesia. Siapkan diri menjadi pemimpin ke depan, baik di Kutim, Samarinda, Balikpapan, bahkan IKN,” tegasnya.
Galuh juga menilai sektor pengelolaan air bersih memiliki prospek besar di masa depan. Menurutnya, kebutuhan air dan kesehatan akan terus menjadi sektor strategis yang tak pernah kehilangan nilai.
Namun demikian, ia mengingatkan tantangan terbesar ke depan bukan hanya soal distribusi, tetapi bagaimana menghadirkan sistem pengolahan air yang efisien, efektif, dan terjangkau melalui pemanfaatan teknologi.
“Kuncinya bagaimana menghasilkan air dengan kualitas, kuantitas, dan kontinuitas yang baik, tetapi tetap terjangkau masyarakat melalui efisiensi biaya operasional,” jelasnya.
Usai mengikuti pelatihan, para pegawai tersertifikasi diharapkan mampu menjadi motor percepatan pelayanan di lapangan. Fokus utama diarahkan pada peningkatan respons teknis terhadap gangguan operasional, efisiensi distribusi untuk menekan kehilangan air atau Non-Revenue Water (NRW), hingga transformasi pelayanan publik yang lebih adaptif dan profesional di era digital.
Manajemen Perumda TTB Kutim menilai penguatan kualitas SDM ini merupakan investasi jangka panjang demi menjamin layanan air bersih yang andal dan berkelanjutan bagi masyarakat Kutai Timur.
Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam




