SANGATTA – Di tengah dominasi gawai dan permainan digital, ratusan warga Sangatta justru memilih kembali memainkan permainan yang pernah mewarnai masa kecil mereka. Melalui kegiatan bertajuk Kumpul Seru, peserta dari berbagai generasi berkumpul untuk bernostalgia sambil merasakan kembali serunya permainan tradisional.
Kegiatan hasil kolaborasi Sangatta Folks dan komunitas Nasib Baik, kumpulan seru tersebut menghadirkan suasana penuh keakraban. Beragam permainan tradisional seperti kelereng, gobak sodor, hingga permainan khas kampung lainnya dimainkan bersama oleh peserta dari berbagai usia.
Koordinator acara, Willy Christian, mengatakan kegiatan tersebut berangkat dari keinginan menghadirkan kembali permainan tradisional yang kini mulai jarang ditemui di lingkungan masyarakat.
“Kami melihat saat ini mulai banyak kegiatan yang mengangkat permainan tradisional. Dari situ muncul ide untuk menghadirkannya juga di Sangatta sebagai ruang nostalgia sekaligus hiburan bagi masyarakat,” ujar Willy kepada Media Kaltim, Minggu (31/5/2026).
Tak hanya anak-anak, kegiatan itu juga diikuti generasi Z, milenial, hingga boomer. Jumlah peserta yang hadir diperkirakan mencapai 80 hingga 90 orang.
Menurut Willy, tingginya antusiasme peserta menunjukkan bahwa permainan tradisional masih memiliki daya tarik tersendiri meski perkembangan teknologi terus melaju.
“Teman-teman milenial dan boomer ternyata banyak yang rindu bermain permainan masa kecil. Kegiatan ini menjadi kesempatan untuk mengulang kenangan sekaligus bersosialisasi secara langsung,” katanya.
Selain terbuka untuk umum tanpa dipungut biaya, panitia juga menyiapkan berbagai hadiah menarik. Salah satu hadiah utama yang paling diminati peserta adalah paket liburan ke Pulau Kaniungan Berau selama dua hari dua malam serta voucher menginap di hotel.
Suasana riuh dan tawa peserta mewarnai setiap permainan yang digelar. Tidak sedikit peserta dewasa yang larut dalam nostalgia saat kembali memainkan permainan yang pernah menjadi bagian dari keseharian mereka puluhan tahun lalu.
Willy berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara rutin sehingga permainan tradisional tetap hidup di tengah masyarakat dan dapat dikenal oleh generasi muda.
“Harapan kami permainan tradisional bisa terus hidup dan menjadi kegiatan positif bagi masyarakat. Mudah-mudahan ke depan bisa berkolaborasi dengan lebih banyak pihak sehingga kegiatan seperti ini dapat digelar secara berkala, mungkin sebulan sekali atau beberapa minggu sekali,” pungkasnya.
Penulis; Ramlah
Editor: Yusva Alam




