SAMARINDA – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Pemuda Tani Indonesia (PTI) Kota Samarinda menggelar rangkaian kegiatan Sekolah Tani Muda, pelantikan pengurus tingkat kecamatan, serta Rapat Kerja Cabang (Rakercab) sebagai upaya memperkuat organisasi dan mendukung program ketahanan pangan nasional.
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Arutala Bakrie Samarinda, Minggu (31/5/2026), tersebut diikuti jajaran pengurus DPC, pengurus Pengurus Anak Cabang (PAC) dari 10 kecamatan, akademisi, serta kader muda yang memiliki perhatian terhadap pengembangan sektor pertanian.
Ketua DPC PTI Samarinda, Tommy Simanjuntak, mengatakan Sekolah Tani Muda merupakan program wajib dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Pemuda Tani Indonesia yang dilaksanakan serentak di berbagai daerah sebagai upaya mencetak generasi muda yang memiliki kapasitas dan keterampilan di bidang pertanian.
“Alhamdulillah, kegiatan Sekolah Tani Muda berjalan dengan baik. Narasumber dari kalangan akademisi memberikan materi yang sangat bermanfaat dan mendapat antusiasme tinggi dari para peserta,” ujarnya.
Menurut Tommy, program tersebut menjadi langkah strategis untuk meningkatkan minat generasi muda terhadap sektor pertanian sekaligus memperkenalkan konsep pertanian modern yang memiliki potensi ekonomi besar.
Selain Sekolah Tani Muda, PTI Samarinda juga melantik pengurus PAC dari 10 kecamatan di Kota Samarinda untuk masa bakti 2026–2031.
Tommy berharap seluruh pengurus yang telah dilantik mampu hadir di tengah masyarakat dan kelompok tani guna membantu menyelesaikan berbagai persoalan pertanian di wilayah masing-masing.
“Kami berharap para ketua PAC yang baru dilantik dapat melakukan pendampingan kepada petani, membantu meningkatkan produktivitas pertanian, dan memperkuat komunikasi dengan masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Bendahara DPC PTI Samarinda yang juga Ketua Panitia kegiatan, Testia Sendi Radi Tio, menegaskan PTI harus hadir sebagai organisasi yang memberikan manfaat nyata bagi petani lokal di Samarinda.
Menurutnya, organisasi tidak boleh hanya menjadi wadah berkumpul, tetapi harus mampu menghadirkan program-program yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan petani.
“PTI harus hadir sebagai solusi bagi petani. Organisasi ini harus mampu menghadirkan program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Dewan Penasehat PTI Samarinda, Dr. Muh. Ichsan Haris, menekankan pentingnya peran pengurus tingkat kecamatan sebagai ujung tombak organisasi dalam membangun kemitraan dan mengembangkan sektor pertanian di wilayah masing-masing.
Ia juga memperkenalkan konsep pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media sebagai strategi memperkuat pembangunan pertanian.
“Setiap kecamatan memiliki potensi berbeda. Tugas pengurus adalah memetakan potensi tersebut, membangun jaringan, lalu menghadirkan program sesuai kebutuhan masyarakat,” jelasnya.
Usai pelantikan, kegiatan dilanjutkan dengan Rakercab yang membahas berbagai program kerja organisasi untuk lima tahun ke depan.
Berbagai usulan yang mengemuka dalam forum tersebut antara lain optimalisasi lahan tidur, pengembangan pertanian perkotaan melalui hidroponik dan aquaponik, pengolahan limbah organik menjadi pupuk, hingga pemanfaatan lahan eks tambang untuk sektor pertanian produktif.
PTI Samarinda berharap rangkaian kegiatan tersebut mampu melahirkan kader muda pertanian yang aktif, memperkuat organisasi hingga tingkat kecamatan, serta mendukung ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan petani di Kota Samarinda. (MK)
Penulis: Hanafi
Editor: Agus S




