TENGGARONG – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) akan mulai melaksanakan Sensus Ekonomi 2026 pada 15 Juni mendatang. Sebanyak 586 petugas disiapkan untuk melakukan pendataan secara langsung ke rumah tangga dan pelaku usaha di 20 kecamatan hingga akhir Agustus.
Pendataan dilakukan secara door to door untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai struktur dan aktivitas ekonomi masyarakat di Kukar. Hasil sensus tersebut nantinya menjadi salah satu dasar penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi di tingkat daerah maupun nasional.
Pelaksana Harian (Plh) BPS Kukar, Khairil Anwar, mengatakan persiapan pelaksanaan sensus saat ini memasuki tahap pelatihan petugas lapangan yang akan diterjunkan ke seluruh wilayah.
Saat ini BPS mengoperasikan 22 training center sebagai lokasi pelatihan. Khusus wilayah Tenggarong terdapat lima kelas pelatihan yang dibagi dalam dua gelombang.
“Yang total petugas adalah 586 petugas yang tersebar di 20 kecamatan di wilayah Kutai Kartanegara,” katanya, Kamis (11/6/2026).
BPS menjadwalkan pelaksanaan sensus lapangan berlangsung selama lebih dari dua bulan. Petugas akan mulai turun ke lapangan pada 15 Juni dan menyelesaikan seluruh pendataan pada 31 Agustus 2026.
Rentang waktu tersebut diberikan karena cakupan wilayah Kukar yang luas serta tingginya jumlah objek yang harus didata oleh setiap petugas.
Pelaksanaan Sensus Ekonomi menjadi agenda nasional yang digelar setiap 10 tahun sekali. Melalui kegiatan ini, pemerintah dapat memperoleh data terbaru mengenai kondisi usaha, aktivitas ekonomi masyarakat, hingga perubahan struktur ekonomi yang terjadi dalam satu dekade terakhir.
“Pelaksanaan sensus ekonomi yang door to door yang dilaksanakan oleh petugas lapangan itu akan dimulai tanggal 15 Juni sampai berakhir di tanggal 31 Agustus,” ujarnya.
Data yang dihimpun nantinya akan menjadi acuan penting bagi pemerintah dalam menyusun program pembangunan, kebijakan investasi, pemberdayaan UMKM, hingga perencanaan sektor ekonomi lainnya.
BPS juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu menerima kedatangan petugas sensus. Seluruh petugas resmi akan dilengkapi atribut lengkap berupa rompi, surat tugas, dan name tag yang dapat diverifikasi.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan adanya oknum yang mengatasnamakan kegiatan sensus untuk kepentingan lain.
Pada setiap kartu identitas petugas tersedia barcode yang dapat dipindai masyarakat. Barcode tersebut akan terhubung langsung ke sistem BPS sehingga identitas petugas dapat dipastikan keasliannya.
“Nanti jika ragu terhadap kedatangan petugas itu silakan barcodenya di-scan, kemudian nanti akan terhubung ke server petugas kami,” katanya.
BPS berharap masyarakat dapat memberikan data dan informasi yang benar saat pendataan berlangsung. Partisipasi masyarakat dinilai menjadi kunci keberhasilan Sensus Ekonomi 2026 dalam menghasilkan potret ekonomi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Jika demikian maka tidak perlu meragukan. Mohon dapat memberikan jawaban yang sebenar-benarnya,” tutupnya. (MK)
Penulis: Ady Wahyudi
Editor: Agus S.




