PENAJAM PASER UTARA – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menyambut dimulainya kembali produksi gas dari lapangan yang kini dikelola Indosino, sebelumnya dikenal sebagai Blok Pandawa. Produksi perdana tersebut diharapkan menjadi momentum kebangkitan sektor migas di daerah sekaligus memberikan dampak positif terhadap perekonomian PPU.
Bupati PPU, Mudyat Noor, mengaku bersyukur setelah proses yang cukup panjang akhirnya lapangan tersebut kembali berproduksi.
“Alhamdulillah setelah sekian lama akhirnya Indosino yang dulu namanya Blok Pandawa mulai berproduksi lagi. Kita berharap kegiatan ini bisa berjalan lancar dan kapasitas produksinya terus meningkat,” ujarnya.
Menurutnya, keberlanjutan produksi gas akan memberikan berbagai manfaat bagi daerah, mulai dari penyerapan tenaga kerja, peningkatan penerimaan melalui Dana Bagi Hasil (DBH), hingga bertambahnya Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Yang pertama tentu membuka lapangan kerja. Kedua, menaikkan DBH. Ketiga, memberikan tambahan pendapatan daerah. Karena itu fasilitas ini harus kita jaga bersama agar operasionalnya berjalan baik dan berkelanjutan,” katanya.
Mudyat berharap produksi gas dari lapangan tersebut menjadi dasar perhitungan baru terhadap besaran DBH yang diterima PPU, di tengah kebijakan pemerintah pusat yang sedang melakukan penyesuaian penyaluran dana bagi hasil.
“Dengan produksi yang berjalan, otomatis ada perhitungan baru terhadap DBH yang diterima PPU. Kita berharap ini bisa memberikan nilai tambah, baik untuk meningkatkan DBH maupun PAD, khususnya di Kalimantan Timur,” jelasnya.
Selain Indosino, Pemkab PPU juga menaruh harapan terhadap pengembangan Lapangan Wailawi. Menurut Mudyat, wilayah tersebut memiliki karakteristik yang mirip dengan Blok Pandawa karena berada dalam satu hamparan kawasan migas.
Ia berharap Lapangan Wailawi dapat mengikuti jejak keberhasilan produksi yang kini berlangsung sehingga potensi migas di PPU dapat dimanfaatkan secara lebih optimal.
Terkait keterlibatan pemerintah daerah, Mudyat menjelaskan saat ini pengelolaan lapangan masih sepenuhnya berada di bawah operator. Namun, Pemkab berharap dapat memperoleh manfaat melalui skema Participating Interest (PI) sebagai bagian dari hak daerah atas kegiatan usaha hulu migas.
“Nantinya kita berharap melalui PI itu juga bisa ikut meningkatkan PAD. Intinya kita ingin bersama-sama memperkuat ketahanan energi sekaligus ketahanan fiskal di PPU,” ujarnya.
Lebih lanjut, Mudyat menilai PPU masih memiliki potensi migas yang besar untuk dikembangkan. Namun, pemerintah daerah memiliki keterbatasan dalam mempromosikan potensi tersebut karena kewenangan sektor hulu migas berada di pemerintah pusat.
Karena itu, ia berharap SKK Migas membuka lebih banyak data dan hasil kajian mengenai cadangan migas di PPU agar dapat menarik minat investor.
“Kita berharap SKK Migas membuka sebesar-besarnya potensi hasil riset yang mereka miliki. Berapa sebenarnya cadangan dan potensi migas di PPU. Kalau data itu terbuka, saya yakin akan semakin banyak investor di sektor oil and gas yang tertarik berinvestasi di Penajam Paser Utara,” pungkasnya.
Pewarta: Deddypz
Editor: Agus S.




