ASN Kutim Diarahkan Jadi Penggerak Ekonomi Desa

SANGATTA – ASN Kutim mulai diarahkan menjadi agen penggerak ekonomi desa melalui program Koperasi Merah Putih.

Langkah ini menjadi salah satu gebrakan paling menarik tahun ini, sebuah model baru pemberdayaan aparatur dalam memperkuat ekonomi berbasis komunitas.

Kepala BKPSDM Kutim, Misliansyah, mengungkapkan bahwa seluruh ASN, baik PNS maupun PPPK, akan terlibat langsung dalam pendampingan koperasi di desa. Mereka tidak hanya membantu operasional, tetapi juga memperbaiki tata kelola agar koperasi dapat bertumbuh sebagai sumber penghidupan masyarakat.

“ASN kami mulai dioptimalkan untuk membantu operasional koperasi desa. Kami ingin koperasi benar-benar menjadi pilar ekonomi kerakyatan,” katanya.

Kebijakan ini menjadi sinyal bahwa pemerintah ingin menempatkan ASN sebagai kekuatan strategis yang mampu menyentuh langsung kebutuhan ekonomi masyarakat.

Di sisi lain, BKPSDM Kutim terus memperkuat reformasi birokrasi melalui penerapan sistem meritokrasi. Penempatan pejabat tidak lagi sekadar formalitas, melainkan harus sesuai kompetensi teknis.

Misliansyah menegaskan bahwa pendekatan ini bertujuan memastikan pelayanan publik berjalan lebih cepat, efisien, dan tepat sasaran.

Baca Juga:  Transfer Pusat Tertahan Hampir Rp2 Triliun, APBD Kutim Masuk Tekanan Serius

“Kami ingin memastikan setiap program dilaksanakan oleh orang yang tepat. Pelayanan harus cepat, jelas, dan profesional,” ujarnya.

Langkah ini diharapkan menjadi fondasi pelayanan yang semakin responsif, sekaligus meminimalkan hambatan birokrasi yang selama ini sering memperlambat jalannya program pembangunan.

Dengan kombinasi penguatan peran ASN di tingkat desa dan sistem seleksi berbasis kinerja, Kutim berada pada jalur percepatan pembangunan yang lebih agresif. Pemerintah berharap pola baru ini dapat menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih hidup, terutama bagi desa-desa yang memiliki potensi namun belum tergarap optimal.

Banyak pihak melihat kebijakan ini sebagai momentum penting dalam membangun daerah yang lebih mandiri dan inklusif.

“Kami siap berlari lebih cepat. Fokus kami adalah menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar memenuhi target administrasi,” tutupnya.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.