ASN Kutim Terpaksa Cari Tambahan Penghasilan Gegara TPP Merosot

SANGATTA – Penurunan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mulai berdampak pada kehidupan para Aparatur Sipil Negara (ASN). Tak sedikit pegawai yang kini harus memutar otak mencari penghasilan tambahan, demi menutupi kebutuhan rumah tangga dan cicilan yang telanjur diambil saat kondisi ekonomi masih stabil.

Sejumlah ASN mengaku mulai menjalani pekerjaan sampingan usai nominal TPP yang diterima mengalami penurunan dalam beberapa bulan terakhir. Ada yang menjadi pengemudi ojek online (ojol) selepas jam kerja, berjualan makanan rumahan, hingga membuka usaha kecil-kecilan untuk bertahan.

“Kalau hanya mengandalkan gaji pokok sekarang cukup berat. Cicilan rumah, kendaraan, sekolah anak tetap jalan. Mau tidak mau harus cari tambahan,” ujar salah seorang ASN di Sangatta yang meminta identitasnya dirahasiakan, Rabu (13/5/2026).

Menurutnya, saat kondisi TPP masih normal, banyak ASN memberanikan diri mengambil kredit rumah maupun kendaraan karena merasa kemampuan finansial masih aman. Namun setelah TPP berkurang, kondisi berubah drastis.

“Dulu hitungannya masih cukup. Sekarang harus benar-benar dihemat. Ada teman yang malam narik ojol, ada juga yang jual nasi kuning dan kue,” katanya.

Baca Juga:  Sampah Melonjak di Petung, Lurah Soroti Kebiasaan Warga Saat Lebaran

Fenomena ASN nyambi pekerjaan sampingan kini mulai ramai diperbincangkan di kalangan pegawai. Beberapa di antaranya bahkan memanfaatkan media sosial untuk menjual makanan, minuman, hingga jasa titip demi menambah pemasukan.

Seorang ASN perempuan lainnya mengaku kini rutin menerima pesanan katering kecil-kecilan dari tetangga dan rekan kantor. Usaha itu dilakukan untuk membantu membayar cicilan yang terus berjalan setiap bulan.

“Kadang habis pulang kantor lanjut masak sampai malam. Yang penting kebutuhan rumah aman dulu,” ucapnya.

Kondisi ini disebut menjadi tantangan tersendiri bagi ASN di tengah meningkatnya biaya hidup. Di sisi lain, sebagian pegawai berharap pemerintah daerah dapat segera memberikan kepastian terkait kondisi TPP agar para ASN bisa kembali menyusun perencanaan keuangan dengan lebih tenang.

Di tengah keterbatasan, mereka kini dituntut lebih kreatif demi menjaga dapur tetap mengepul dan cicilan tetap terbayar.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.