spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Balap Liar dan Perang Sarung Jadi Incaran Bhabinkamtibmas dan FKPM Loktuan Selama Puasa

BONTANG – Bhabinkamtibmas bersama Forum Kemitraan Polisi Masyarakat (FKPM) Loktuan menggelar patroli rutin selama bulan puasa. Patroli ini guna mencegah aksi balap liar dan juga perang sarung.

Hal itu lantaran balap liar tak hanya terjadi di hari biasa saja, namun juga berlangsung di bulan ramadan. Tidak hanya itu, aksi perang sarung antar kelompok remaja pun sering terjadi usai salat tarawih.

Bhabinkamtibmas Loktuan, Aiptu Bambang Sumantri mengatakan, 2 hari awal puasa pihaknya sering mendapati sekelompok remaja begadang sampai tengah malam dimulai dari usai pelaksanaan salat tarawih. Bahkan sekelompok remaja tersebut melakukan tawuran sarung.

“Inilah pentingnya patroli rutin, baru saja puasa dimulai sudah ada sekelompok remaja yang perang sarung dan juga balapan liar,” ucapnya.

Untuk lokasi balapan liar biasanya dilakukan di Jalan NPK Pelangi, dan juga Jalan Cipto Mangunkusumo, lebih tepatnya depan GOR Loktuan sampai Bundaran Sintuk. Balapan liar dimulai pukul 01.00 Wita hingga pukul 03.00 Wita, bahkan ada juga yang sehabis sahur.

Baca Juga:   Satu Hari Kunjungan di Beras Basah Tembus Dua Ribuan Orang

“Untuk balap liar, lokasi tidak menentu. Karena mereka akan berpindah-pindah. Maka dari itu, kami akan terus berpatroli keliling. Petugas yang patroli juga kurang lebih 10-15 petugas, jadi kami bisa membagi penugasan untuk memencar,” paparnya.

Bambang menambahkan, jika kedapatan sekali mereka akan diberi pembinaan dan sosialisasi langsung. Akan tetapi, jika mereka masih mengulangi kesalahan yang sama, pemanggilan orang tua dan guru akan dilakukan untuk efek jera. Jika mereka masih berstatus pelajar, juga akan diberi surat pernyataan.

“Kalau pun ada trek-trekan, dan juga membuat hal yang fatal. Kami akan langsung komunikasi dengan rekan lalu lintas, agar ada penindakan langsung. Jadi teman lalu lintas yang lakukan penindakan, bukan kami,” jelasnya.

Bambang menghimbau kepada seluruh masyarakat, terutama di bulan ramadan. Agar bisa menjaga keamanan dan ketentraman sesama. Saling menghargai dan menghormati agama lain, tidak ada keributan yang dapat membuat masyarakat menjadi resah.

Penulis: Dwi S

Editor: Yusva Alam

Most Popular