NUSANTARA — Bandara Very Very Important Person (VVIP) IKN yang kini bernama Bandara Internasional Nusantara terus menjadi sorotan sejak dibangun di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Hingga April 2026, bandara tersebut tercatat baru didarati sedikitnya 11 jenis pesawat, mulai dari pesawat kepresidenan, pesawat militer, hingga pesawat uji coba operasional.
Secara fisik, bandara ini dinilai memiliki fasilitas megah dan modern. Namun hingga kini, operasional komersialnya masih menunggu kepastian regulasi dari pemerintah pusat.
Plt Kepala Bandara Internasional Nusantara IKN, Imam Alwan, menyebut Otorita IKN telah menyusun rancangan regulasi terkait tata kelola bandara.
“Rancangan Peraturan Presiden (Perpres) sudah disampaikan oleh Otorita IKN kepada Presiden melalui Sekretariat Negara,” ujarnya kepada wartawan beberapa waktu lalu.
Bandara ini terakhir didarati rombongan pimpinan MPR RI pada April 2026 menggunakan pesawat TNI AU Boeing 737-400 dengan nomor registrasi A-7305.
Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, mengaku terkesan saat pertama kali tiba di bandara tersebut dalam kunjungannya ke IKN.
“Kesan kami turun, kita dikagetkan dengan suasana yang membanggakan. Bandara Internasional Nusantara di IKN pertama begitu megah dan mewah,” ujarnya.
Sebelumnya, pada Desember 2025, bandara ini juga didarati Boeing 737-900 TNI AU yang membawa Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam kunjungan resmi ke IKN.
Sementara pada Mei 2025, runway sepanjang 3.000 meter dengan lebar 45 meter itu digunakan pesawat Boeing seri kepresidenan/VIP TNI AU saat kunjungan wakil presiden.
Pada 2024, Presiden ke-7 RI Joko Widodo juga beberapa kali mendarat di bandara tersebut menggunakan pesawat kepresidenan.
Di antaranya Avro RJ-85 atau BAE 146-200 yang menjadi pesawat pertama yang membawa presiden mendarat di IKN pada 24 September 2024. Kemudian Boeing Business Jet (BBJ) 737-800 atau Indonesia-1 yang mendarat pada 11 Oktober 2024.
Sebelum digunakan untuk penerbangan kenegaraan, TNI AU terlebih dahulu melakukan berbagai proving flight menggunakan sejumlah armada seperti Boeing 737-200, Boeing 737-400, hingga pesawat angkut berat C-130 Hercules.
Selain itu, pesawat CN-295, CASA C-212, Bombardier Challenger CL 604 milik operator swasta, hingga Beechcraft King Air milik Balai Kalibrasi Penerbangan Kementerian Perhubungan juga tercatat pernah mendarat di bandara tersebut.
Pesawat-pesawat itu digunakan untuk menguji kekuatan landasan, sistem navigasi, serta kesiapan operasional bandara secara keseluruhan.
Meski keberadaan bandara ini sempat diragukan karena lokasinya relatif dekat dengan Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan, pemerintah meyakini Bandara Internasional Nusantara akan menjadi salah satu penopang utama ekosistem IKN ke depan.
Keberadaan bandara tersebut dinilai penting untuk mendukung mobilitas pemerintahan, investasi, hingga pengembangan kawasan ibu kota baru Indonesia. (MK)
Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Agus S




