BONTANG – Kelurahan Loktuan akan menata ulang kawasan di depan Masjid Terapung Al-Muhajirin, termasuk bangunan lama dan pedagang yang berada di sekitar area tersebut. Hal ini disampaikan langsung oleh Lurah Loktuan, Supriadi.
Menurutnya, terdapat bangunan bekas gedung KIR yang sempat difungsikan sebagai sekolah. Gedung itu dahulu digunakan sementara oleh sekolah yang masih berproses pembangunan di lokasi lama.
“Gedung KIR itu sebenarnya cukup layak. Daripada tidak terpakai, sempat difungsikan untuk sekolah. Namun kondisinya tidak terawat lagi, jadi pemerintah akan melakukan penataan agar tidak menjadi aset terbengkalai,” jelasnya, Selasa (19/8/2025).
Lebih lanjut, ia mengatakan kawasan depan Masjid Terapung juga akan dilakukan peningkatan, termasuk pembangunan taman, area parkir, serta pemindahan fasilitas umum seperti toilet.
“Rencananya kawasan depan masjid akan dibuat lebih terbuka. Dari arah Jalan Selambai hingga masjid bisa langsung terlihat jelas,” tambahnya.
Terkait keberadaan pedagang di sekitar lokasi, Supriadi memastikan akan ada sosialisasi sebelum dilakukan penataan. Ia menegaskan para pedagang tidak serta-merta dipindahkan tanpa solusi.
Pemerintah Kelurahan Loktuan bersama pengurus masjid akan merumuskan konsep tata ruang yang sesuai, termasuk rencana penyediaan tempat bagi pedagang agar tetap mendukung aktivitas wisata religi.
“Pasti tetap butuh pedagang disana, karena jauh juga kalau mereka harus beli jajanan keluar, karena kawasan ini diproyeksikan menjadi destinasi wisata religi,” katanya.
Ia juga menambahkan, adanya jembatan penghubung menuju kawasan Selambai ke masjid, sehingga semakin memudahkan akses masyarakat yang ingin lanjut ke pujasera yang ada disana.
Sementara untuk pembangunan maupun pembongkaran fasilitas di pintu masuk pelabuhan dan area depan masjid, Supriadi menyebut sudah diajukan ke Dinas Pekerjaan Umum (PU).
“Untuk teknis pembangunan memang sudah diusulkan melalui PU. Kami masih menunggu tindak lanjut lebih lanjut,” pungkasnya. (Sya/adv)
Editor: Yusva Alam




