BONTANG – Pemerintah Kota Bontang mendorong peningkatan kualifikasi tenaga pendidik, khususnya guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), agar melanjutkan pendidikan ke jenjang sarjana (S1).
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menegaskan bahwa kualitas pendidikan sangat bergantung pada kompetensi guru, sehingga peningkatan jenjang pendidikan menjadi hal yang penting.
“Untuk itu kompetensinya harus terus ditingkatkan, termasuk minimal S1,” ujarnya.
Menurutnya, pemerintah telah menyiapkan berbagai program pendukung, termasuk bantuan pendidikan melalui skema Uang Kuliah Tunggal (UKT) gratis, untuk mendorong guru melanjutkan studi.
“Kami sudah siapkan program, tinggal bagaimana dimanfaatkan oleh para guru,” tegasnya.
Namun demikian, ia juga mengingatkan bahwa peningkatan kualitas tidak bisa sepenuhnya bergantung pada pemerintah.
“Harus ada kemauan dari masing-masing. Jangan semuanya dibebankan ke pemerintah,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bontang, Abdul Safa Muha, mengakui masih banyak guru PAUD yang belum memiliki kualifikasi S1.
“Memang masih cukup banyak, terutama di jenjang PAUD. Ini yang terus kita dorong,” ujarnya.
Ia menjelaskan, secara keseluruhan jumlah guru di Kota Bontang mencapai lebih dari 4.000 orang, dengan sebagian besar berasal dari sekolah swasta.
Disdikbud pun terus melakukan pendataan melalui bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), untuk memastikan program peningkatan kualifikasi berjalan tepat sasaran.
Selain itu, pemerintah juga mendorong partisipasi aktif guru dalam meningkatkan kompetensi secara mandiri.
“Kita dorong, fasilitasi ada, tapi kembali lagi ke komitmen masing-masing,” jelasnya.
Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam




