BONTANG – Salah seorang Tim Relawan Indonesia Escorting Ambulance (IEA) Bontang yang sedang mengantarkan pasien, mendapatkan perlakuan kurang menyenangkan dari seorang pengendara sepeda motor, Senin (20/10/2025), sekitar pukul 16.45 Wita.
Kejadian itu bermula saat Tim IEA sedang dalam perjalanan mengantar pasien ke Rumah Sakit Amalia. Dalam perjalanan tersebut tampak ada rombongan pengendara pengantar jenazah, seperti menutupi akses jalan ambulans Tim IEA.

Walaupun ambulans dari pengantar jenazah sudah memberikan akses jalan untuk ambulans IEA, namun beberapa pengendara sepeda motor nampak masih menutupi jalan tersebut.
“Posisi ambulans yang kami kendarai juga sudah dalam kondisi darurat, sirine juga sudah menyala. Akses jalan tertutupi mulai dari Corona Sakti, sampai di Simpang Tiga Kenari,” ucap salah satu Relawan, A.N saat dihubungi.
Ditambah lagi dari video yang beredar, terdapat pengendara motor Honda Beat memakai baju putih menutupi jalan tepat di depan ambulans. Kemudian pengendara itu menambah kecepatan laju motornya, bersama dengan pengendara motor lainnya.
“Iya mereka tambah laju bawa motornya di depan ambulans, padahal pasien yang kita bawa sudah lemas walaupun masih sadar,” tambahnya.
Setelah itu, saat tepat di Simpang Tiga Lampu Merah Kenari, Gunung Sari, pengendara motor Honda Beat berhenti secara tiba-tiba, tepat di depan ambulans. Alhasil, ambulans tidak bisa menghindar dan menabrak pengendara motor Honda Beat tersebut.
“Jadi driver langsung turun untuk menegur bapak-bapak tersebut, karena sudah menghalang jalan. Tidak terima saat ditegur, malah si driver dapat perlakuan kasar. Tangan pria baju putih itu mengarah ke leher driver ambulans,” jelasnya.
Beruntung saat insiden tersebut, masyarakat sekitar yang melihat dan dari masing-masing rombongan langsung melerai.
Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam




