BBM Langka Pasca SPBU di Wahau Terbakar, Disperindag Kutim Koordinasi ke Pertamina Jaga Pasokan

SANGATTA – Warga Wahau hingga Miau sempat dibuat waswas. Bahan Bakar Minyak (BBM) mendadak langka. Antrean mengular, suplai tersendat. Situasi ini dipicu gangguan distribusi pasca kebakaran salah satu SPBU di Wahau, ditambah lonjakan konsumsi saat Festival Lom Plai.

Kepala Disperindag Kutim, Nora Ramadani, mengatakan kondisi tersebut menjadi perhatian serius. Sejak awal, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Pertamina untuk menjaga pasokan tetap berjalan.

“Ini sudah jadi perhatian kami. Koordinasi terus kami lakukan. Tapi perlu dipahami, kewenangan tata kelola migas ada di pemerintah pusat, melalui Kementerian ESDM, termasuk Pertamina dan BPH Migas,” ujarnya, Jum’at (17/4/2026).

Ia menjelaskan, kelangkaan tak semata akibat insiden kebakaran. Lonjakan konsumsi masyarakat selama festival juga ikut memperparah kondisi, sementara kuota distribusi BBM tidak berubah.

“Permintaan meningkat selama Festival Lom Plai, sementara kuota tetap. Ini yang membuat pasokan di lapangan tidak mampu mengimbangi kebutuhan,” jelas Nora.

Sebagai langkah antisipasi, pemerintah daerah langsung mengajukan tambahan kuota BBM selama festival berlangsung. Sebelumnya, suplai awal juga sudah mulai digelontorkan ke wilayah terdampak.

Baca Juga:  Panggung Kreasi Rasa: 17 Kecamatan Adu Hebat Olah Ikan di Lomba Masak PKK Kutim

“Untuk SPBU di Miau, kemarin sudah masuk 32 KL. Sementara di Wahau SP4, hari ini masuk 26 KL. Kami juga terus mendorong agar ada tambahan suplai selama festival berlangsung,” tambahnya.

Di sisi lain, dampak kebakaran masih terasa. Salah satu SPBU di Wahau belum bisa beroperasi karena masih dalam proses penyelidikan kepolisian, sehingga distribusi belum sepenuhnya normal.

Tak hanya fokus pada suplai, Disperindag juga memperketat pengawasan di lapangan. SPBU diminta lebih selektif dalam melayani pembelian, terutama untuk mencegah praktik pengetapan yang bisa memperparah kelangkaan.

“Kalau tidak dikontrol, distribusi bisa makin tidak merata. Kami minta SPBU selektif, jangan layani yang mencurigakan,” tegasnya.

Dengan tambahan suplai dan pengawasan ketat, pemerintah berharap kondisi BBM di Wahau dan Miau segera pulih.

“Harapan kami, ketersediaan BBM di Wahau dan Miau bisa segera normal kembali, sehingga aktivitas masyarakat selama festival tetap berjalan lancar tanpa terganggu krisis bahan bakar,” pungkasnya.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.