Bontang Raih Penghargaan Kota Layak Anak Tingkat Utama, Wali Kota: Masih Banyak Harus Dibenahi!

BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang berhasil meraih penghargaan Kota Layak Anak (KLA) Tingkat Utama, di malam penganugerahan KLA 2025, yang digelar Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) Republik Indonesia.

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Menteri PPPA RI, Arifatul Choiri Fauzi, dan diterima secara langsung oleh Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni di Ballroom H.M Rasjidi Kemenag RI, Jakarta, Jumat (8/8/2025).

Di kesempatan yang sama, Neni mengungkapkan rasa syukur atas capaian ini. Menurutnya, prestasi tersebut bukan hanya semata-mata penghargaan saja, melainkan pengakuan atas komitmen Pemkot Bontang dalam pemenuhan hak-hak anak.

”Ini adalah kebanggaan bagi Bontang, namun lebih dari itu, yang paling utama adalah bagaimana komitmen bersama dalam memenuhi hak anak,” ucapnya.

Selain itu, banyak sekali hak anak yang turut diberikan, seperti hak bermain, belajar, kasih sayang, ruang terbuka yang layak, serta pendidikan yang baik.

Meski begitu, Neni mengakui masih banyak hal yang harus dibenahi. Sehingga Neni pun turut mengimbau orang tua dan masyarakat untuk mendukung komitmen ini.

Baca Juga:  Turut Ramaikan HUT RI, Satimpo Gelar Jalan Sehat dan Silaturahmi Bersama Warga pada 18 Agustus

“Anak adalah aset bangsa yang harus dijaga, dan dipenuhi kebutuhannya. Anak-anak harus bahagia,” tegasnya.

Saat menerima penghargaan, Neni juga didampingi langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Aji Erlinawati, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB), Eddy Foreswanto beserta jajaran, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Anwar Sadat, beserta Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang, Saparudin.

Saat konferensi persnya, Menteri PPPA RI, Arifatul Choiri Fauzi menjelaskan, penilaian program KLA dimulai sejak Januari 2024 lalu, melalui tahapan pendaftaran, evaluasi provinsi, hingga verifikasi kementerian pada Januari–Maret 2025.

Proses ini berlanjut kolaborasi bersama dengan kementerian/lembaga pada April–Juni 2025 lalu, sehingga total penilaian berlangsung selama 1,5 tahun. Bahkan, dari 464 kabupaten/kota di Indonesia, hanya terdapat 355 yang lolos verifikasi.

“Penghargaan ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan Indonesia Layak Anak (IDOLA) 2030, sesuai dengan amanat Undang-Undang Perlindungan Anak,” paparnya.

Selain kategori Kota Layak Anak Tingkat Utama, Kemen PPPA juga memberikan penghargaan tingkat Pratama, Madya, dan Nindya, serta menetapkan 9 provinsi sebagai Provinsi Layak Anak. (Dwi/Adv).

Baca Juga:  Jalinan Silaturahmi Keluarga Kesultanan Kutai dan Tana Toraja

Editor: Yusva Alam

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.