BONTANG – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menyoroti tingginya angka stunting di Kelurahan Tanjung Laut yang mencapai 17 persen, atau sebanyak 151 anak. Kondisi ini dinilai memerlukan perhatian serius dan langkah cepat, dari seluruh pihak terkait guna menekan angka stunting.
Dalam kunjungannya, Neni menegaskan bahwa stunting bukan hanya persoalan kesehatan semata, tetapi juga menyangkut kualitas sumber daya manusia di masa depan. Oleh karena itu, penanganannya harus dilakukan secara menyeluruh, terintegrasi, dan berkelanjutan.
“Angka ini cukup tinggi dan tidak bisa dianggap biasa. Kita harus bergerak bersama, memastikan setiap anak mendapatkan asupan gizi yang cukup sejak dalam kandungan hingga usia balita,” ucapnya, Senin (4/5/2026).
Selain itu, Neni juga menjelaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah strategis, untuk menekan angka stunting, mulai dari pendataan secara by name by address, pemantauan rutin terhadap ibu hamil dan balita, hingga pemberian intervensi gizi yang tepat.
“Maka di dalam program ini akan melibatkan tenaga kesehatan, kader posyandu, hingga dengan dukungan lintas sektor,” tambahnya.
Neni turut menekankan akan pentingnya peran keluarga dalam pencegahan stunting. Edukasi mengenai pola makan sehat, pemberian ASI eksklusif, serta sanitasi lingkungan menjadi faktor penting yang harus diperhatikan oleh masyarakat.
Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang akan memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk instansi vertikal dan sektor swasta, guna mempercepat penanganan stunting. Intervensi tidak hanya difokuskan pada anak yang sudah terindikasi stunting, tetapi juga pada upaya pencegahan sejak dini.
“Kita menargetkan penurunan signifikan bahkan menuju zero stunting. Ini membutuhkan kerja sama semua pihak, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, hingga masyarakat,” tegasnya.
Dengan langkah-langkah yang terarah dan dukungan bersama, pemerintah optimistis angka stunting di Kelurahan Tanjung Laut dapat ditekan, sehingga anak-anak dapat tumbuh sehat dan memiliki masa depan yang lebih baik.
Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam




