Dapur Swarga Bara Tetap Distribusi MBG Saat Ramadan, Pakai Skema Khusus

SANGATTA – Dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Swarga Bara memastikan distribusi bantuan gizi tetap berjalan selama Ramadan. Meski pola makan masyarakat berubah selama puasa, layanan MBG tetap disalurkan dengan skema khusus menyesuaikan kondisi siswa dan kategori penerima lainnya.

Kepala Satuan Pelayanan Penyediaan Gizi (SPPG) MBG Swarga Bara, Tiara Rapiernia S. Farm., menjelaskan bahwa skema Ramadan mulai diberlakukan pada 23 Februari. Sementara pada 16–21 Februari, distribusi masih berjalan normal, khususnya untuk kategori 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

“Distribusi tetap mengikuti jadwal sekolah seperti biasa. Hanya bentuk paketnya yang menyesuaikan. Kalau yang berpuasa, kita berikan paket kering. Kalau tidak puasa, tetap makanan basah,” ujar Tiara, Rabu (18/2/2026).

Saat ini, dapur MBG Swarga Bara melayani delapan satuan pendidikan dan satu posyandu dengan total sekitar 2.300 penerima manfaat. Sekolah yang masuk dalam jangkauan layanan tersebut di antaranya SDN 003 Sangatta Utara, SDN 005 Sangatta Utara, SMPN 4 Sangatta Utara, SD Islam Imam Syafi’i, SPS Cinta Imam Syafi’i, KB Pelita Asoka, serta TL Al-Munawaroh.

Baca Juga:  Program Serap 50 Ribu Tenaga Kerja Terhadang Validitas Data

Selain sekolah, MBG juga menjangkau Posyandu Ashoka di Desa Swarga Bara dengan total 58 penerima manfaat kategori 3B. Rinciannya terdiri dari enam ibu hamil, 21 ibu menyusui, 31 balita, serta dukungan untuk kader posyandu.

Pada hari biasa, makanan basah dimasak langsung di dapur SPPG dan dibagikan menggunakan ompreng. Namun selama Ramadan, penerima manfaat yang menjalankan ibadah puasa akan menerima paket kering, seperti telur (telur asin atau telur ayam), abon, susu, roti-rotian, hingga buah-buahan.

“Intinya tetap kemasan sehat dan bergizi. Semua dikemas di SPPG,” katanya.

Tiara menyebut, sekolah yang mayoritas siswanya muslim akan menyesuaikan pola pembagian dalam bentuk paket kering. Sementara sekolah dengan penerima non-muslim tetap mendapatkan makanan basah seperti hari biasa.

“Kalau sekolahnya tidak puasa, tetap normal. Kalau puasa, kita sesuaikan,” jelasnya.

Sementara itu, distribusi untuk kategori 3B tetap berjalan meskipun memasuki masa libur sekolah. Penyaluran dilakukan dua kali seminggu, yakni setiap Senin dan Kamis. Pada hari Senin, paket sekaligus dirapel untuk kebutuhan Selasa dan Rabu. Sedangkan Kamis, paket dirapel untuk Jumat dan Sabtu.

Baca Juga:  Adu Banteng di Poros Samarinda–Bontang, Dua Mobil Tabrakan, Pengendara Motor Ikut Jadi Korban

“Untuk 3B tidak melihat libur sekolah atau cuti. Tetap jalan. Hanya memang tidak setiap hari seperti sekolah,” tegas Tiara.

Distribusi MBG dijadwalkan berlangsung hingga 17 Maret mendatang. Khusus pada 17 Maret, pembagian dilakukan dengan sistem rapel untuk kebutuhan hingga 20 Maret menjelang Idul Fitri.

Di balik aktivitas dapur MBG Swarga Bara, Tiara menyebut banyak tenaga lokal yang terlibat. Mayoritas merupakan anak muda setempat, termasuk sejumlah ibu-ibu tangguh yang menjadi tulang punggung keluarga.

“Alhamdulillah tenaga aman. Di sini kebanyakan anak-anak muda, ada juga ibu-ibu yang janda. Mereka bertahan dan semangat,” ungkapnya.

Skema penyesuaian distribusi selama Ramadan ini merupakan kebijakan serentak secara nasional, namun tetap disesuaikan dengan kondisi daerah. Koordinasi terus dilakukan agar penyaluran berjalan tepat sasaran.

Dengan skema fleksibel dan pendekatan humanis, dapur MBG Swarga Bara berupaya memastikan asupan bergizi tetap sampai kepada siswa, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui selama Ramadan, tanpa terputus meski jadwal sekolah berubah.

“Harapannya program ini tetap berjalan lancar, semua penerima manfaat tetap terlayani, dan anak-anak maupun ibu-ibu tetap mendapat asupan bergizi meskipun sedang Ramadan,” pungkas Tiara.

Baca Juga:  Badai Malam Hadang Kepulangan, Tim SAR Selamatkan 12 Pemancing di Perairan Lamaru

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.