BONTANG – Demi mendorong dan mewujudkan lingkungan Kota Bontang yang bersih, pemerintah kota (Pemkot) menggelar kegiatan Gesit Movement Forum, sebagai upaya bersama untuk memperkuat peran serta instansi pemerintah, swasta, dan seluruh lapisan masyarakat dalam mengelola sampah yang baik.
Reni Murni, Founder SMPS Life Changing Institute, menyampaikan bahwa kegiatan forum ini diselenggarakan sebagai upaya memperluas pemahaman masyarakat mengenai program gesit, sekaligus menjadi ruang bagi warga untuk saling bertukar pandangan tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan membangun karakter.
“Meskipun gesit merupakan program pemerintah, keberhasilannya hanya dapat dicapai melalui keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat Bontang, tetapi kebersihan lingkungan juga merupakan tanggung jawab bersama dan sebuah komitmen bersama,” ucapnya, Rabu (26/11/2025).
Sebab masih ada pihak yang belum menerima informasi secara menyeluruh, sosialisasi lanjutan akan dilakukan kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang belum hadir. Serta kepada seluruh lapisan-lapisan masyarakat untuk bisa mengenal dan saling bahu membahu dalam melaksanakannya.
“Jadi, nantinya sebuah tim khusus akan dibentuk, dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) sebagai koordinator utama,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Reni juga menyampaikan pandangannya bahwa upaya ini mencerminkan kepedulian dan kasih sayang pemerintah, khususnya Wali Kota Bontang kepada masyarakatnya.
Layaknya orang tua yang ingin melihat anak-anaknya tumbuh menjadi pribadi yang lebih kuat, lebih sadar, dan lebih berkualitas, pemerintah berupaya membimbing masyarakat melalui program ini.
“Bagi Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, langkah ini bukan hanya semata mengelola sampah, tetapi membangun manusia, membentuk kebiasaan dan karakter yang menjadi bekal jangka panjang,” ungkapnya.
Tak hanya itu, Neni selalu mengingatkan bahwa, jika Bontang mampu mengurangi sampah dan menjadi kota yang bersih, dengan manfaatnya akan kembali kepada masyarakat itu sendiri. Sebagai karakter mereka yang bertumbuh, dan rasa tanggung jawab.
“Sehingga pembangunan sebuah kota tidak hanya ditentukan oleh infrastruktur dan fasilitas saja, akan tetapi juga dari segi kualitas karakter, mentalitas, dan jiwa warganya. Di sanalah masa depan Bontang dibangun,” tutupnya.
Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam




