BONTANG – Realisasi pendapatan dari sektor Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) di Kota Bontang meningkat tajam di awal 2026. Bahkan, sebelum memasuki pertengahan tahun, capaian sudah melampaui target tahunan yang ditetapkan pemerintah daerah.
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bontang mencatat, target pendapatan PBG tahun ini sebesar Rp365 juta. Namun hingga April 2026, realisasinya telah menembus kisaran Rp380 juta.
Kepala DPMPTSP Bontang, Muhammad Aspiannur, menyebut capaian tersebut menjadi sinyal positif bagi kinerja sektor perizinan bangunan di daerah.
“Target satu tahun sudah terlampaui, padahal ini baru berjalan beberapa bulan. Ini tentu menjadi indikator yang sangat baik,” ujarnya, Senin (4/5/2026).
Menurutnya, lonjakan pendapatan didorong meningkatnya aktivitas pembangunan di berbagai sektor, mulai dari perumahan, usaha, hingga infrastruktur penunjang.
Ia menambahkan, kepatuhan pelaku usaha dalam mengurus perizinan bangunan juga ikut berperan besar dalam peningkatan tersebut.
“Perusahaan besar turut menyumbang signifikan, termasuk pembangunan kantor dan laboratorium Soda Ash,” jelasnya.
Capaian yang telah melebihi target ini bukan sekadar melampaui, namun mencerminkan tumbuhnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya legalitas bangunan.
Ke depan, pemerintah berencana melakukan penyesuaian target pendapatan PBG, seiring tingginya realisasi yang telah dicapai pada awal tahun ini.
“Kami akan mengevaluasi dan kemungkinan meningkatkan target tahunan PBG,” tandasnya. (sya/ADV)
Editor: Yusva Alam




