Harga Tiket Pesawat Melonjak, Mahasiswa Asal Bontang Terpaksa Kurangi Pulang Kampung

BONTANG – Kenaikan harga tiket pesawat mulai dirasakan mahasiswa rantau asal Bontang. Mahalnya biaya perjalanan tersebut, membuat banyak mahasiswa harus mengurangi frekuensi pulang kampung, mengatur ulang pengeluaran bulanan, hingga menahan keinginan bertemu keluarga demi menghemat biaya.

Mira, Salah seorang mahasiswa asal Bontang yang menempuh pendidikan di Jogja mengatakan, kenaikan tiket pesawat sangat mempengaruhi kondisi keuangannya. Biaya perjalanan yang sebelumnya masih bisa dijangkau, kini meningkat cukup signifikan.

Selain itu, Mira juga mengaku kondisi tersebut cukup memberatkan dirinya, karena biaya transportasi pesawat baginya menjadi salah satu kebutuhan penting, bagi mahasiswa yang sedang menempuh pendidikannya di luar daerah.

“Kalau dulu masih bisa pulang satu atau dua kali dalam setahun, sekarang sudah tidak bisa. Karena tiket bisa sama dengan biaya hidup disana untuk beberapa bulan,” ucapnya, Sabtu (23/5/2026).

Menurutnya, kondisi itu membuat banyak mahasiswa kini lebih jarang pulang kampung, terutama saat bukan musim libur panjang. Sebagian dari mereka, memilih tetap tinggal di daerah perantauan, karena biaya perjalanan dianggap terlalu mahal.

Baca Juga:  DPRD Pertegas Larangan Menjual Minuman Beralkohol

Kalaupun harus pulang, Mira mulai mencari tiket harga promo, memesan jauh hari sebelum keberangkatan, hingga memilih transit agar biaya lebih murah. Namun baginya sama saja, biar terhitung di hari biasa pun, harga tiket masih terbilang mahal.

“Kalau mendekati Lebaran atau akhir tahun biasanya tiket cepat habis dan harganya melonjak. Kadang kami kesulitan dapat tiket yang sesuai budget,” tambahnya.

Tidak hanya itu saja, untuk harga tiket juga dinilai berdampak pada aktivitas akademik. Sebagian mahasiswa mengaku harus menunda kepulangannya, meski ada keperluan keluarga agar tidak mengganggu biaya kuliah dan kebutuhan pendidikan lainnya.

Sehingga bagi mahasiswa rantau, transportasi udara dinilai sangat penting karena jarak antar wilayah cukup jauh dan akses perjalanan darat, ke daerah asal tidak selalu memungkinkan.

“Pesawat jadi pilihan utama karena lebih cepat dan tidak terlalu capek. Kalau tiket mahal, tentu sangat menyulitkan kami sebagai mahasiswa rantau,” bebernya.

Mahasiswa berharap ada solusi dari pemerintah maupun maskapai penerbangan, agar harga tiket lebih terjangkau, khususnya bagi pelajar dan mahasiswa. Mereka menilai perlu ada perhatian khusus mengingat transportasi udara menjadi kebutuhan penting bagi para mahasiswa yang menempuh pendidikan di luar daerah.

Baca Juga:  130 Pengurus Koperasi Merah Putih Resmi Dilantik

“Kalau ada potongan harga khusus mahasiswa tentu sangat membantu. Minimal kami tetap punya kesempatan pulang, bertemu keluarga tanpa harus terbebani biaya besar,” ujarnya.

Dampak paling terasa dari kenaikan tiket pesawat saat ini bukan hanya persoalan ekonomi, tetapi juga berkurangnya kesempatan mahasiswa rantau untuk berkumpul bersama keluarga karena mahalnya biaya perjalanan.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.