spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Ika Pakarti Bontang Gelar Gebyar Budaya Jawa

BONTANG – DPD (Dewan Pengurus Daerah) Ika Pakarti (Ikatan Paguyuban Keluarga Tanah Jawi) Bontang di ulang tahun ke-19 menggelar Gebyar Budaya Jawa di Lapangan Detasemen Arhanud Rudal, selama dua hari yaitu Sabtu-Minggu tanggal 26-27 November 2022.

Ketua Panitia Begawan Ciptaning Mintaraga mengatakan Gebyar Budaya Jawa ini merupakan yang pertama kalinya diadakan di Kota Bontang. Seluruh paguyuban di bawah Ika Pakarti sangat mendukung kegiatan ini.

Kesenian yang ditampilkan dalam event ini menambah semarak pagelaran budaya di Kota Bontang yang siap menjadi Kota Pariwisata guna menundung Ibu Kota Nusantara.

“Hari Sabtu tampil dua grup kesenian Kuda Lumping dengan ke khasan masing-masing yaitu Turonggo Galih Saputro dan Rogo Suro Wijoyo. Kemudian di hari Minggu tampil juga dua grup kesenian Kuda Lumping lainnya yakni Putro Birowo dan Joyo Manunggal. Diperkaya pula dengan tampilnya Gamelan Banyumasan, Gandrung Banyuwangi dan Jaranan Buto juga dari Banyuwangi, Pecut Samandiman dari Kediri, serta Seni Oklik dari Bojonegoro,” ungkap Begawan.

Baca Juga:   Seluruh OPD Siap Menjadi Bagian Revolusi Pariwisata di Bontang

Sementara Rekuh Noto selaku Wakil Ketua I mengatakan, bahwa untuk menyemarakkan Gebyar Budaya Jawa ini, disajikan kuliner khas Jawa. Ada Orem-orem, Bakso dan Angsle khas Malang, ada Nasi Tiwul khas Bojonegoro, ada Nasi Gandul khas Pati, ada Nasi Gogek khas Trenggalek, ada Sego Tempong khas Banyuwangi, Lontong Petis khas Jember, Pecel khas Nganjuk dan masih banyak lagi.

“Kegiatan yang baru pertama kali ini semoga dapat dilaksanakan rutin setiap tahun, dan peserta kuliner semakin bertambah guna memperkaya khazanah kuliner khas Jawa di Kota Bontang. Sayangnya beberapa diantaranya tidak berjualan secara normal, artinya hanya jualan dalam event ini saja. Padahal banyak kunsumen yang bertanya, selama ini jualan dimana?”

Sementara itu, Achmad Bajuri sebagai Wakil Ketua II menyampaikan dengan adanya Gebyar Budaya Jawa ini, akan tercipta Program Pariwisata Baru di Kota Bontang. Hampir semua pedagang yang berjualan kuliner khas Jawa meraup untung, karena tidak ada dagangan yang tersisa dan habis disantap masyarakat Kota Bontang.

Baca Juga:   38 Pelatih Olahraga di Porprov Tahun 2022 Terima Bonus

“Akan memicu paguyuban di bawah Ika Pakarti untuk menampilkan kesenian khas daerahnya, dan ini masih ada waktu mempersiapkan di event tahun depan. Keunikan Kota Bontang yang multi etnis akan semakin bersinar seiring dengan hadirnya Gebyar Budaya Jawa,” sebutnya.

Campur Sari Subur Makmur selama dua hari berturut-turut mewarnai acara Gebyar Budaya Jawa di Lapangan Den Arhanud Rudal ini.

Menurut Sumardi Syawal, kegiatan budaya ini tidak lagi memikirkan besarnya honor. “Diminta tampil oleh panitia di event yang luar biasa ini sudah merupakan kebanggaan tersendiri. Penyanyi andalan Subur Makmur seperti mbak Winda, mbak Suzan dan mbak Sinta sudah terbiasa dengan kondisi apapun,” sebutnya.

Harsono yang baru saja dilantik menjadi Ketua Ika Pakarti periode tahun 2021-2026 sangat antusias dengan kegiatan ini. Selama dua hari H. Harsono ikut joget-joget di panggung, ngopi-ngopi dan mencicipi kuliner khas Jawa ini.

Suksesnya acara ini merupakan Hasil Kerja keras seluruh panitia yang menunjukkan kekompakan, kolaborasi dan saling melengkapi.  “Kami tak lupa mengucapkan terima kasih kepada para sponsor, donatur dan Komandan Rudal yang mensupport acara ini menjadi ajang yang ditunggu-tunggu setiap tahun,” tutur Harsono.

Baca Juga:   Mc’Donalds Siap Bangun Gerai Agustus, Asdar: Lebih Cepat Lebih Baik

“Orang Jawa wajib guyub rukun sak lawase, Bersatu kita teguh dan kompak kita Tangguh. Kegiatan ini murni untuk pelestarikan budaya dan tradisi Jawa di perantauan, agar generasi muda tidak terputus oleh akar budayanya” sambungnya

Atas inisiatif dari Dasuki yang merupakan Asisten 2 Kota Bontang, Sutrisno yang juga Camat Bontang Utara dan Agus Suhadi yang merupakan anggota DPRD Kota Bontang, di Sabtu Malam Minggu digelar kotak amal guna menghimpun dana dari tamu undangan untuk meringankan beban korban gempa di Cianjur. “Kita tidak hanya berpikir senang-senang, namun juga berempati dengan musibah gempa yang terjadi di Cianjur,” pungkas Dasuki. (bcm/darman)

Most Popular