Kajian Hanan Attaki Dipadati Warga Kutim, Bupati Ingatkan Adab Saat Dengarkan Ceramah

SANGATTA – Kehadiran pendakwah milenial Ustaz Hanan Attaki di Kutai Timur (Kutim) disambut antusias ribuan jemaah. Kajian yang digelar di Masjid Agung Al Faroek, Bukit Pelangi itu dipadati warga dari berbagai kalangan yang ingin mendapatkan siraman rohani secara langsung.

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan pesan khusus kepada para jemaah, terutama generasi muda. Ia menekankan pentingnya adab dalam menuntut ilmu, termasuk fokus dan menghormati penyampai tausiah.

Dalam sambutannya, Ardiansyah secara tegas menyoroti kebiasaan sebagian jemaah yang lebih sibuk dengan telepon seluler saat ceramah berlangsung.

“Saya minta kepada jemaah yang hadir, tolong serap ilmu dari Ustaz Hanan dengan sebaik-baiknya. Jangan kebanyakan bermain handphone. Dengarkan dengan seksama setiap pesan yang disampaikan agar menjadi bekal bagi kita semua,” tegasnya, Minggu (26/4/2026).

Menurutnya, momentum menghadirkan tokoh agama nasional seperti Hanan Attaki merupakan kesempatan langka yang seharusnya dimanfaatkan untuk memperdalam pemahaman spiritual, bukan sekadar dijadikan ajang dokumentasi atau aktivitas di media sosial.

Baca Juga:  Tali Tambat Putus di Sungai Mahakam, Tongkang Nyaris Hantam Jembatan Mahulu

Ia berharap, pesan-pesan yang disampaikan dalam kajian tersebut tidak berhenti sebagai euforia sesaat, tetapi mampu diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Hal itu penting untuk mewujudkan masyarakat Kutim yang religius dan berakhlak mulia.

Pemerintah Kutim, lanjut Ardiansyah, berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan keagamaan yang berkualitas sebagai bagian dari pembangunan karakter masyarakat.

Dalam penutupnya, Ardiansyah juga menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada Ustaz Hanan Attaki.

“Selamat datang di Kutai Timur. Terima kasih atas kesediaan Ustaz hadir memberikan pencerahan kepada masyarakat kami,” ujarnya.

Sementara itu, dalam kajian singkatnya, Hanan Attaki menyampaikan tausiah yang menyentuh tentang hakikat kehidupan manusia sebagai sebuah perjalanan kembali. Ia mengajak jemaah untuk menyadari bahwa kehidupan di dunia hanyalah persinggahan sementara.

“Kita semua hari ini sedang dalam perjalanan menuju tujuan. Kita menunggu sampai akhirnya kembali pulang ke asal kita,” ucapnya.

Hanan juga menekankan pentingnya mempersiapkan bekal terbaik berupa amal kebaikan dan kepedulian sosial sebagai investasi menuju kehidupan yang hakiki.

Kajian berlangsung khidmat. Jemaah tampak tertib mengikuti rangkaian acara hingga akhir, dengan suasana penuh kekhusyukan. Harapannya, energi positif dari kegiatan tersebut dapat membawa dampak baik bagi kehidupan masyarakat Kutai Timur ke depan.

Baca Juga:  Bazar Ramadan Tenggarong Dipusatkan di Tangga Arung Square, 200 UMKM Ikut Ambil Bagian

Penulis; Ramlah
Editor: Yusva Alam

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.