BONTANG – Pemkot Bontang terus mengkaji rute Bontang – Mamuju yang diperkirakan akan dibuka. Mulai dari kapasitas penumpang hingga operator kapal.
Kapal dengan rute Bontang – Mamuju diperkirakan mampu menampung sekitar 300 sampai 500 penumpang.
Diketahui ada sejumlah pihak swasta yang telah menyatakan minat mengoperasikan rute Bontang – Mamuju tersebut, di antaranya seperti PT Global Indo dan ASDP dari Balikpapan.
Akan tetapi, Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang akan tegas dan sangat selektif dalam menentukan operator. Sebab, yang paling utama ialah terkait dengan keselamatan, kondisi fisik kapal, hingga pelayanan dan kualitas.
“Nantinya kita akan melihat terlebih dahulu, mana yang bisa menjanjikan. Jadi tidak sembarangan dalam memilih dan mengambil keputusan,” ungkap Wawali Agus Haris.
Terlebih lagi dengan kapal laut untuk rute Bontang – Mamuju, bisa langsung mendapatkan keuntungan sekitar 19 persen dalam pelayaran pertama.
Mengingat kapal tersebut tidak hanya mampu menampung penumpang saja, akan tetapi juga mampu untuk menampung pengiriman barang bahan pokok, atau pun kendaraan.
“Jadi kita jangan hanya bergantung bahan pokok ke pulau Jawa saja, harus bisa juga dari Sulawesi,” tambahnya.
Perlu diketahui dalam rute Bontang – Surabaya masih dinilai sangat berat, karena membutuhkan subsidi sekitar Rp 1 miliar per bulannya, pada tahun pertama.
Maka dengan kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang sekarang, menjadi bahan pertimbangan, dimana yang lolos dalam kajian di Kementerian Perhubungan adalah rute Bontang – Mamuju.
Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam




